TEKNOLOGI CHIPSET PADA MOBIL LISTRIK Oleh: Muhammad Rhomadoni Ravsanjani, S.Kom.

Akhir-akhir ini, Pemerintah Indonesia sedang gencar untuk mempercepat realisasi penggunaan mobil listrik berbasis baterai di dalam negeri. Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, bahkan bekerja sama dengan University of Nottingham untuk melakukan pembangunan berkelanjutan dan low-carbon transportation melalui pengembangan kendaraan listrik. Banyak negara maju dan berkembang sudah mulai terbiasa dalam hal penggunaan mobil listrik berbasis bateri. Hal ini terkait dengan penggunaannya yang ramah lingkungan serta lebih praktis dan jauh lebih hemat dibanding mobil konvensional.

Sejarah mobil listrik berawal dari abad ke-18 saat banyak ilmuwan dari Hungaria, Belanda, dan Amerika Serikat yang berfokus pada konsep kendaraan bertenaga baterai dan mulai membuat membuat mobil listrik dalam skala kecil. Di tahun 1832, muncul pria Inggris bernama Robert Anderson yang mengembangkan mobil roda tiga menggunakan baterai listrik. Temuan inilah yang dicatat sebagai mobil bertenaga listrik pertama. Seiring perkembangannya di akhir abad ke-18, terciptalah mobil bertenaga listrik yang mampu menampung sampai enam orang penumpang dengan kecepatan 22 km/jam buatan William Morrison. Mobil bertenaga listrik ini kemudian mulai muncul di New York, sampai tercatat 60 armada taksi yang menggunakan mobil listrik di masa itu. Di sisi lain, pada tahun 1898, Ferdinand Porsche juga menciptakan mobil hybrid yang menggunakan listrik dan bensin sebagai sumber utama energinya. Memasuki abad ke-19, tercatat mobil listrik mencapai kejayaannya meski masih banyak yang menggunakan kereta kuda sebagai transportasi utama.

Kehadiran mobil listrik membawa harapan baru dalam hal mencegah pemanasan global. Penemuan mobil listrik terbilang revolusioner, meski beritanya baru bermunculan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Perkembangan mobil listrik sendiri tidak terlepas dari adanya sebuah Chipset. Chipset merupakan IC ukuran kecil yang pada komputer merupakan layaknya “polisi lalu lintas” pada papan induk (motherboard), mengarahkan aliran data dan menentukan peranti apa yang didukung oleh Personal Komputer (PC). Chipset pada mobil listrik digunakan sebagai ruang mesin untuk komputasi dan pemrosesan serba berkinerja tinggi, yang dapat diperluas dengan mulus ke aplikasi komersial seperti kokpit, augmented reality head- layanan up-display (AR-HUD), hiburan, dan pemantauan dalam kabin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *