KERUSUHAN DI WAMENA, PAPUA Oleh : Pinkan Pratama Putri

Pada hari Senin, 23 September 2019, Wamena menjadi medan berdarah setelah sekelompok massa yang sebagiannya berseragam SMA (sekolah menengah atas) melakukan pengrusakan dan pembakaran terhadap sejumlah bangunan, termasuk kantor bupati Wamena.

Kapolri saat itu Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian mengatakan, berdasarkan data awal mengarah pada dugaan adanya berita bohong atau hoax yang tersebar di kalangan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Tito menjelaskan, isu yang beredar di kalangan siswa bahwa ada seorang guru yang menyebut anak didiknya dengan sebutan kera (monyet). Namun, setelah didalami, guru tersebut sebetulnya mengucapkan kata keras.

“Di hari yang sama (dengan kerusuhan di Expo Waena), pagi harinya di SMA PGRI ada isu bahwa ada seorang guru yang sedang mengajar menyampaikan pada muridnya bahwa kalau bicara keras,” kata Tito dalam jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (24/9).

“Terdengar, oleh murid ini kera. Sehingga dikatakan ke temannya bahwa dikatakan monyet. Padahal yang dikatakan ‘jangan bicara keras’. Hanya saja mungkin tonenya, dan (huruf) S nya terdengar lemah,” tambahnya.

Isu tersebut kemudian tersebar dengan cepat. Narasi yang dibangun yakni seorang guru bersikap rasis kepada anak didiknya. Kejadian ini kemudian berujung pada aksi demonstrasi para siswa di depan kantor Bupati Wamena.

Saat aksi berlangsung, diduga ada sejumlah oknum-oknum tak bertanggungjawab yang menyusup dr tengah massa. Untuk berkamuflase, mereka berpenampilan dengan seragam siswa. Oknum ini mulai melakukan provokasi hingga terjadi kerusuhan.

Demontrasi yang berujung rusuh telah memakan korban jiwa hingga 33 orang, 77 luka-luka serta 10.000 orang mengungsi. Peristiwa ini juga memicu terjadinya eksodus besar-besaran warga untuk keluar dari wilayah Wamena.

PENGERTIAN, FILOSOFI DAN FUNGSI PENDIDIKAN Oleh : Ibnu Mundir, S.Pd.

Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.[1] Etimologi kata pendidikan itu sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu ducare, berarti “menuntun, mengarahkan, atau memimpin” dan awalan e, berarti “keluar”. Jadi, pendidikan berarti kegiatan “menuntun ke luar”. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.
Sebuah hak atas pendidikan telah diakui oleh beberapa pemerintah. Pada tingkat global, Pasal 13 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya mengakui hak setiap orang atas pendidikan.[2] Meskipun pendidikan adalah wajib di sebagian besar tempat sampai usia tertentu, bentuk pendidikan dengan hadir di sekolah sering tidak dilakukan, dan sebagian kecil orang tua memilih untuk pendidikan home-schooling, e-learning atau yang serupa untuk anak-anak mereka.
Filosofi pendidikan dan Fungsi pendidikan
Filosofi pendidikan
Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran.
Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti dari pada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, “Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya.
Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.
Fungsi pendidikan
Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berfungsi berikut:
• Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
• Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
• Melestarikan kebudayaan.
• Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.
Fungsi lain dari lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.
• Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah.
• Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
• Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya.
• Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.
Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:
• Transmisi (pemindahan) kebudayaan.
• Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
• Menjamin integrasi sosial.
• Sekolah mengajarkan corak kepribadian.
• Sumber inovasi sosial.
Pertanyaan
1.Apa yang dimaksud dengan Privilese !
2.Sebutkan 4 fungsi lembaga pendidkan menurut Horton dan Hunt !

PENDIDIKAN Oleh: Dita Sulistiawulan, S.Pd.

Sebagai seorang pelajar kalian pasti tidak asing dengan kata ‘PENDIDIKAN’. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Nah, disekolah kalian bersama dengan teman-teman belajar/menimba ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap melalui kegiatan belajar mengajar. Hal tersebut merupakan proses pendidikan.
Pada masa pandemi, pendidikan menjadi salah satu sektor yang terdampak. Proses belajar mengajar yang semula dilaksanakan dengan tatap muka kemudian dirubah kedalam beberapa metode. Ada yang dilaksanakan secara daring (online), semidaring (mengambil materi dan tugas untuk dipelajari dirumah), dan ada juga yang dilaksanakan secara tatap muka bergantian. Banyak siswa maupun wali murid di Indonesia mengeluhkan dengan proses belajar mengajar ini. Akan tetapi tahukah kalian jika ada beberapa hal positif dari pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara jarak jauh? Pertama, dengan pembelajaran jarak jauh kalian memiliki kebebasan dalam belajar. Dengan gadget yang kalian miliki, kalian bisa mengakses materi dari berbagai sumber sehingga ilmu yang kalian dapat menjadi lebih luas, tidak hanya bergantung pada bapak/ibu guru saja. Kedua, kemampuan kalian dalam menggunakan aplikasi pembelajaran lebih meningkat. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi bekerjasama dengan platform penyedia aplikasi pembelajaran online untuk siswa Indonesia diantaranya Rumah Belajar, Google for Education, Microsoft Office 365, Ruang Guru, Meja Kita, Sekolahmu, Zenius dan Cisco Webex. Ketiga, kalian terbiasa memecahkan permasalahan secara mandiri tanpa selalu bergantung dengan guru.
Dalam rangka mengatasi permasalahan belajar di masa pandemi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi yakni Bapak Nadiem Anwar Makarim mencetuskan kurikulum Merdeka Belajar. Sudah tahukah kamu tentang Merdeka Belajar? Dalam kurikulum baru ini kalian hanya akan belajar materi esensial atau materi pokok saja dengan tujuan supaya dengan waktu yang ada bisa belajar secara mendalam pada materi-materi tersebut. Pendalaman materi bisa dilakukan melalui diskusi, tanya jawab, demonstrasi, presentasi, dsb. Selain itu dalam kurikulum baru ini kalian juga akan banyak melaksanakan pembelajaran yang akan menuntut kalian untuk kreatif menciptakan sesuatu, juga pembelajaran yang memberi kesempatan pada kalian untuk mempraktikkan ilmu yang diberikan. Sebagai contoh belajar membuat drama tentang sejarah kerajaan, praktik berbahasa inggris, dsb. Disamping itu kalian juga dituntut untuk memiliki karakter profil pelajar pancasila (memiliki iman, takwa dan akhlak mulia, gotong royong, kebinekaaan global, kemandirian, nalar kritis dan kreativitas). Karakter ini akan terbentuk melalui berbagai kegiatan disekolah dan juga tugas-tugas yang diberikan oleh guru.
Setelah 2 tahun pembelajaran jarak jauh, kita sudah bisa memulai pembelajaran tatap muka kembali. Sudah siapkah kalian dengan kurikulum Merdeka Belajar? Untuk menghadapi kurikulum yang menantang dan menyenangkan ini kalian tetap akan didampingi oleh bapak/ibu guru dalam belajar. Selain itu kalian juga tetap bisa memperluas ilmu pengetahuan kalian dengan memanfaatkan handphone kalian untuk mencari berbagai sumber.

 

SYAWAL DAN KUE APEM Oleh: Emily Faridatul Faiqoh, S.Pd.

Syawal adalah bulan kesepuluh di bulan Qamariah dalam kalender Islam. Peristiwa yang terjadi pada bulan ini ada perayaan Hari Besar Umat Islam, yaitu Idul Fitri. Bulan ini sarat dengan kegiatan maaf-maafan atau berkunjung ke rumah saudara dan juga tetangga guna bersilaturahmi, dalam bahasa Arab dikenal dengan kata afwan.
Hubungannya dengan apem, ada sejarah menarik tentang penamaan kue jajanan tradisional ini dengan kata afwan. Dahulu kue apem dibuat pada masa wali songo untuk menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Kata apem diyakini berasal dari bahasa Arab yaitu ‘afuan’ atau ‘afuwwan’ yang berarti pengampunan. Orang Jawa agar kebih mudah menyebutkannya, maka berubah menjadi ‘apem’. Tujuannya agar masyarakat juga terdorong selalu memohon ampunan kepada Yang Maha Kuasa. Dalam filosofi Jawa, kue ini mrupakan simbol pengampunan dari berbagai kesalahan.
Pada hari-hari bulan Syawal ini, orang-orang tidak akan malu mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Bahkan dengan berlapang dada membuka pintu maaf. Sehingga silaturahmi terus terjalin walaupun bukan sebagai sanak saudara.
Ada beberapa keutamaan pada bulan yang mulai ini, selain sebagai penyambung tali silaturhami, keutamaan lainnya adalah; apabila kita berpuasa enam hari dibulan Syawal itu sama dengan berpuasa selama 1 tahun penuh. Sebagaimana hadis nabi;
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)
Keutamaan lain pada bulan ini adalah bulan peningkatan ketaqwaan seseorang. Maksudnya adalah, setelah memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan, ketika Ramadhan telah usai, amalan atau ibadah-ibadah yang sudah dikerjakan juga ikut selesai. Akan tetapi pada bulan Syawal ini, hendaknya terus meningkatkan amalan ibadah tersebut, atau jika tidak bisa meningkatkan, sebaiknya tidak merubah keistiqomahan kebiasaan baik dalam menjalankan amalan ibadah di bulan Ramadhan, sehingga berkahnya akan terus berlanjut.

PUASA SYAWAL Oleh: Panji Kismo, S.Pd.

Sebulan lamanya kita telah melaksanakan rukun islam yang ke-3 yaitu puasa Ramadhan. Bulan yang penuh berkah yang dimana setiap apapun yang kita lakukan dan tidak melanggar syariat islam maka akan dinilai ibadah kemudian akan balas oleh Allah dengan pahala. Sebulan penuh kita malaksanakan puasa manahan rasa lapar, haus dan nafsu kita agar dapat sempurna dalam menjalankan ibadah puasa. kemudian setelah bulan Ramadhan kita menyambut hari kemenangan di bulan Syawal.
Bulan Syawal adalah bulan ke 10 dalam kalender hijriyah atau kalender umat islam yang berdasarkan pada peredaran bulan dalam mengelilingi Bumi. Pada bulan ini juga kita sebagai umat islam menyambut hari kemenangan setelah berpuasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan. Bulan syawal memiliki beberapa keutamaan diantaranya:
1. Bulan Peningkatan Ibadah
Bulan Syawal ini diharapkan kita dapat meningkatkan ibadah kita dengan baik. Tidak hanya kita beribadah selama bulan Ramadhan saja. Akan tetapi juga harus kita tingkatkan ibadah kita di bulan ini dan bulan-bulan selanjutnya.
2. Bulan Fitrah
Syawal merupakan bulan kembalinya umat muslim kepada fitrahnya. Setelah sebulan lamanya kita berpuasa maka Allah menghadiahi kita dengan kembalinya kita seperti bayi yang baru lahir tanpa dosa.
Rasulullah bersabda “barang siapa yang melaksanakn puasa ramadhan dengan keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosanya yang telah berlalu”.
3. Puasa 6 hari di Bulan Syawal
Rasulullah bersabda “barang siapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutinya dengan berpuasa selama 6 hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapat pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama 1 tahun”
4. Bulan Baik untuk Menikah
Keistimewaan bulan Syawal yang lain adalah bulan menikah. Maka banyak sekali pada bulan ini pemuda-pemudi yang melaksanakan janji suci dengan malaksanakan pernikahan. Karena pada bulan ini pada hari apapun untuk melaksanakan pernikahan itu termasuk baik.
5. Bulan Silaturahim
Bulan Syawal ini selazimnya semua orang melaksanakan silaturahim ke sanak saudara untuk saling maaf-maafan untuk semua kesalahan yang telah dilakukan terhadap orang tersebut.
6. Bulan Keceriaan
Keutamaan yang terakhir di bulan Syawal yaitu bulan keceriaan. Di karenakan di bulan ini semua umat Islam haruslah merasa bahagia. Di bulan ini selain hari kemenangan setelah puasa sebulan penuh juga untuk umat islam mendapatkan rejeki berupa zakat fitrah yang dapat digunakan untuk menyambung kehidupan.

KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN Oleh: Vara N. I., S.Pd.

RAMADHAN merupakan suatu momen khusus disediakan Allah Swt kepada kaum muslim. Dikatakan demikian karena bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan yang tidak dimiliki bulan lainnya. Allah Swt menyediakan berbagai keutamaan ini kepada orang-orang yang memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan. Inilah rahmat dan nikmat Allah swt yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang memanfaatkan moment ini dengan memperbanyak ibadah. Maka bersyukurlah kepada Allah dengan dipertemukan dengan bulan Ramadhan ini.
Ada banyak keutamaan yang hanya ada pada bulan suci Ramadhan. Oleh karena itu ibadah di bulan Ramadhan harus lebih ditingkatkan lagi. Keutamaan-keutaman bulan Ramadhan begitu banyak. Jika kita bertemu dengan Ramadhan betapa beruntungnya kita, karena di bulan itu segala amalan akan dilipatkan ganjarannya. Menurut beberapa keterangan, ada banyak keutamaan bulan Ramadhan. Keutamaan tersebut sudah dijelaskan dalam beberapa hadits. Ramadhan yang merupakan bulan penuh keberkahan ini tentunya menjadi salah satu bulan yang ditunggu-tunggu umat Islam. Apalagi terdapat banyak keutamaannya. Berikut ini 5 keutamaan bulan Ramadhan berdasarkan hadits-hadits shahih :
1. Lailatul Qadar
Keutamaan Ramadhan yang tidak kalah luar biasa adalah lailatul qadar. Yakni malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Lailatul qadar hanya ada di salah satu malam bulan Ramadhan, tidak dijumpai di bulan-bulan lainnya.
قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
“Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, diwajibkan kepada kalian ibadah puasa, dibukakan pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta syetan-syetan dibelenggu. didalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang/terjauhkan (dari kebaikan)” (HR. Ahmad)
Dengan adanya lailatul qadar ini, umat Nabi Muhammad bisa mengejar ketertinggalan waktu beramal dari umat-umat sebelumnya. Seperti diketahui, umat terdahulu usianya relatif lebih panjang. Bisa ratusan hingga seribu tahun. Dengan mendapatkan lailatul qadar, amal mereka bisa terkejar karena satu kali lailatul qadar setara dengan 83 tahun. Sepuluh kali mendapatkan lailatul qadar, bisa mengejar 833 tahun amal umat terdahulu.
2. Penghapus Dosa
Ibadah dan amal-amal shalih yang dilakukan di bulan Ramadhan merupakan penghapus dosa dari Ramadhan sebelumnya hingga Ramadhan saat ini. Ini salah satu keutamaan Ramadhan, sebagaimana sabda Rasulullah :
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
“Sholat lima waktu, antara shalat Jum’at ke Shalat Jum’at dan Ramadhan ke Ramadhan penghapus dosa diantara keduanya, jika dijauhi dosa-dosa besar” (HR. Muslim)
3. Penghapus Dosa Yang Telah Lalu
Bukan hanya penghapus dosa antara Ramadhan satu ke Ramadhan berikutnya, bahkan salah satu keutamaan Ramadhan adalah menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Ini diperoleh jika melakukan puasa Ramadhan dengan dilandasi iman dan mengharap perhitungan pahala dari Allah semata.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharap perhitungan (pahala) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Muttafaq ‘Alaih)
4. Waktu Dikabulkannya Doa
Berbeda dengan bulan lainnya, pada bulan Ramadhan banyak waktu mustajabah untuk berdoa. Diantaranya adalah waktu menjelang berbuka. Bahkan sepanjang waktu puasa mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari adalah waktu yang mustajabah untuk berdoa. Berdoa di waktu puasa Ramadhan ini lebih dikabulkan Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Tiga orang yang doanya tidak tertolak : orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizholimi” (HR. Tirmidzi; HR. Hasan)
5. Pembebasan Dari Neraka
Salah satu keutamaan Ramadhan adalah setiap harinya Allah membebaskan hambaNya dari neraka. Mereka yang hampir saja masuk neraka, dengan kemurahan Allah di bulan Ramadhan, mereka diampuni oleh Allah dan dibebaskan dari neraka. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :
إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ
”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. Al Bazaar dengan para perawi yang tsiqah)
Demikian 5 keutamaan Ramadhan yang luar biasa dan semestinya kita syukuri. Sebab umat sebelum Nabi Muhammad tidak mendapatkan keutamaan-keutamaan ini. Semoga keutamaan-keutamaan ini memacu kita untuk lebih giat beribadah dan melakukan amal saleh di bulan Ramadhan ini.

Sumber:
https://www.mediajabar.com/ramadhan/inilah-10-keutamaan-bulan-ramadhan.html
https://www.malekazis.com/2015/06/7-kemuliaan-dan-keutamaan-bulan-ramadhan.html

PENDIDIKAN PEREMPUAN UNTUK KEMAJUAN BANGSA Oleh: Afrian Kartika Nurbaiti, S.Pd.

Setiap tahunnya, kita merayakan Hari Kartini pada tanggal 21 April. Ada sejarah di balik peringatan tersebut yaitu Raden Ajeng Kartini atau RA Kartini yang lahir di Jepara pada 21 April 1879 merupakan tokoh perempuan yang menyumbang jasa besar bagi Tanah Air dan dikenal sebagai Pahlawan Nasional sebagai pejuang emansipasi wanita di Indonesia. Pada bukunya, Door Duisternis Tot Licht, Raden Ajeng Kartini memperkenalkan dirinya sebagai seorang anak gadis sulung dari Bupati Jepara yang memiliki 5 orang saudara laki-laki dan perempuan. Beliau mengaku ingin berbakti kepada pekerjaan dan perjuangan perempuan seperti di Eropa, namun beliau merasa terhambat oleh adat istiadat yang telah ada di Indonesia.

Beliau ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional melalui berbagai usaha dan pemikirannya. Kartini mendapatkan gelar tersebut dikarenakan pemikirannya visioner akan masa depan perempuan Indonesia. Hari Kartini identik dengan emansipasi wanita. Emansipasi yang memiliki arti pembebasan dari perbudakan, serta persamaan hak dalam berbagai aspek kehidupan (KBBI). Langkah pertamanya mengawali perjuangan emansipasi wanita pun dimulai melalui pendidikan. Langkah awal ini terbukti berdampak besar terhadap emansipasi wanita di Indonesia dengan berbagai pencapaian perempuan Indonesia kini. Artinya, perempuan bisa berperan lebih dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam bidang pendidikan. Kartini juga mengingatkan tentang pentingnya membaca dan menulis yang merupakan dasar dari pendidikan. Pemikiran-pemikiran Kartini itu beliau tuliskan ke dalam surat-suratnya dengan kawan-kawannya di Belanda. Berikut beberapa kutipan surat-surat Kartini seperti yang terdapat dalam buku fenomenal “Habis Gelap Terbitlah Terang”:

• Surat Kartini kepada Nona Zeehandelaar

25 Mei 1899: “Jika saja masih anak-anak ketika kata-kata “Emansipasi” belum ada bunyinya, belum berarti lagi bagi pendengaran saya, karangan dan kitab-kitab tentang kebangunan kaum putri masih jauh dari angan-angan saja, tetapi di kala itu telah hidup di dalam hati sanubari saya satu keinginan yang kian lama kian kuat, ialah keinginan akan bebas, merdeka, berdiri sendiri.”

• Surat Kartini kepada Nyonya Van Kool

Agustus 1901: “Alangkah besar bedanya bagi masyarakat Indonesia bila kaum perempuan dididik baik-baik. Dan untuk keperluan perempuan itu sendiri, berharaplah kami dengan harapan yang sangat supaya disediakan pelajaran dan pendidikan, karena inilah yang akan membawa bahagia baginya.

• Surat Kartini kepada Nyonya Abendanon

12 Desember 1902: “Kami beriktiar supaya kami teguh sungguh, sehingga kami sanggup berdiri sendiri. Menolong diri sendiri. Menolong diri sendiri itu kerap kali lebih suka dari pada menolong orang lain. Dan siapa yang dapat menolong dirinya sendiri, akan dapat menolong orang lain dengan lebih sempurna pula.”

Dengan demikian, kita bisa meneladani perjuangan Kartini dalam memperjuangkan emansipasi perempuan melalui pendidikan. Hari ini kita perlu banyak bersyukur karena atas jasa beliau, perempuan-perempuan di Indonesia memiliki hak yang sama dalam menuntut ilmu dan berkarya di segala bidang. Oleh karena itu, lanjutkan perjuangan Kartini dengan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu karena masa depan bangsa ada di tangan kalian. Hal ini tak hanya berfokus pada perempuan saja, melainkan bagi laki-laki juga sebaiknya bisa lebih menghargai perempuan, menyadari bahwa perempuan memiliki hak yang sama, khususnya dalam pendidikan dan menggapai cita-cita. Mari bersama-sama menciptakan kerharmonisan bagi seluruh umat manusia tanpa membeda-bedakan gender dan hal lainnya yang akan menghambat kemajuan bangsa.

Referensi:

https://www.merdeka.com/jatim/sejarah-21-april-lahirnya-ra-kartini-tokoh-pelopor-kebangkitan-kaum-wanita-ri-kln.html

https://pandita.id/kutipan-surat-ra-kartini/

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

 

 

TEKAD SANG PAHLAWAN EMANSIPASI WANITA Oleh: Afit Setyarahmawati S.Pd.

Raden Ajeng Kartini atau sering dikenal sebagai R.A Kartini, merupakan seorang perempuan keturunan bangsawan Jawa dari pasangan Raden Mas Ario Sosroningrat dan M.A.Ngasirah. Lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara. Pada tanggal 2 Mei 1964 Presiden pertama Republik Indonesia yaitu Presiden Soekarno, mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 tahun 1964 yang isinya secara garis besar yaitu menetapkan R.A Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional serta menetapkan secara resmi bahwa hari lahir R.A Kartini yaitu tanggal 21 April diperingati setiap tahun sebagai hari besar nasional yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini. Peringatan tersebut didasari untuk mengenang besarnya jasa R.A Kartini kepada Bangsa Indonesia terutama untuk kaum wanita. Selain diabadikan sebagai salah satu Pahlawan Nasional di Indonesia, namanya juga dijadikan sebagai lagu nasional yang diciptakan oleh WR Supratman yang kemudian dinyanyikan setiap tanggal 21 April pada upacara memperingati Hari Kartini (Siany,2019:35). Perayaan Hari Kartini biasanya identik dilakukan dengan menggunakan pakaian kebaya dan pakaian adat masing-masing daerah sebagai perwujudan dari rasa persatuan Indonesian dan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

R.A Kartini dikenal sebagai pembela nasib Bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda yang mengusahakan persamaan derajat antara laki-laki dan perempuan dengan memajukan hak mereka dalam mengenyam pendidikan tanpa memandang alasan apapun. Pendidikan dianggapnya sebagai alat pembebas dan alat yang bisa memerdekakan bangsanya (Siany,2019:36). R.A Kartini mengenyam pendidikan di ELS (Europese Lagere School) sampai usia 12 tahun, selama di sekolah itu beliau belajar Bahasa Belanda. Sesuai adat Jawa, setelah mencapai usia 12 tahun, para wanita tidak diperbolehkan untuk melanjutkan pendidikannya serta harus bersedia dipingit menunggu waktu untuk dinikahkan. Oleh karena itu walaupun orang tua R.A Kartini memiliki pemikiran yang maju, mereka menghormati adat istiadat yang berlaku di masyarakatnya, sehingga dengan demikian pendidikan R.A Kartini tidak dapat dilanjutkan yaitu hanya sampai usia 12 tahun.

Selama dipingit, beliau menggunakan kemampuan berbahasa Belandanya untuk menulis surat kepada teman-temannya yang berasal dari Belanda, salah satu temannya adalah Rosa Abendanon yang mendukung pemikiran R.A Kartini mengenai kedudukan wanita jawa yang masih dianggap sebelah mata. Surat-surat yang dibuat Kartini kemudian dikumpulkan dan dibukukan oleh JH Abendanon, dengan judul Door Duisternis tot Licht. Buku tersebut telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Armin Pane dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang (Sudrajat,2013:60). Berawal dari surat-menyurat inilah RA Kartini tertarik dengan pola pikir perempuan Eropa, sehingga beliau mulai memiliki keinginan untuk memajukan perempuan Indonesia yang saat itu masih terbatas akses dalam berbagai hal. Bagi beliau seorang wanita harus mendapatkan persamaan, kebebasan, dan otonomi serta kesetaraan hukum.Usaha yang dilakukan oleh Kartini dalam memperjuangkan hak kesamaan seorang wanita yaitu dengan hak dalam memperoleh pendidikan (Sudrajat,2013:63). Beliau kemudian secara diam-diam menjadi guru bagi teman-teman sebayanya dengan mengajari mereka membaca, menulis, berhitung dan ketrampilan yang biasanya hanya bisa diperoleh oleh kaum laki-laki. Perjuangan dan tekad R.A Kartini telah membuahkan hasil, yaitu dibuktikan dengan berkembangnya sekolah-sekolah untuk wanita, namun selang beberapa waktu Beliau sakit dan wafat setelah melahirkan putra pertamanya pada tanggal 17 September 1904.

Mengingat perjuangan R.A Kartini yang mengedepankan pendidikan sebagai suatu hal yang sangat penting, maka diharapkan generasi saat ini dapat meneruskan perjuangan dan cita-cita R.A Kartini dengan cara-cara yang positif, salah satunya dengan mengembangkan diri menjadi pribadi yang berpendidikan. Sebagai seorang pelajar hal itu dapat dilakukan dengan belajar secara sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab agar mampu mengangkat derajat dan martabat Bangsa Indonesia.

Sumber :

Sudrajat.2013. Kartini: Perjuangan Dan Pemikirannya.Jurnal Mozaik:Kajian Ilmu Sejarah.55-

69.5(2). Diperoleh dari : https://journal.uny.ac.id/index.php/mozaik/article/view/4489

Siany.2019. Kartini dan Potret Perempuan Indonesia Masa Kini. Jurnal Habitus:Pendidikan Sosiologi dan Antropologi. 33-40.3(1).Diperoleh dari: https://jurnal.uns.ac.id/habitus/article/view/31940

 

 

Budi Pekerti Oleh : Dwi Lestari S.Pd.

  1. Pengertian Budi Pekerti

Pengertian budi pekerti adalah kesadaran perbuatan atau perilaku seseorang. Dari segi etimologi kata, istilah budi pekerti adalah gabungan dari dua 2 kata yaitu budi dan pekerti.

Arti kata budi sendiri adalah sadar, nalar, pikiran atau watak. Sedangkan arti kata pekerti adalah perilaku, perbuatan, perangai, tabiat, watak. Yang jika disimpulkan bahwa budi pekerti merupakan sesuatu yang berkaitan sangat erat mengenai karakter manusia baik dalam sifat maupun perbuatan, yang dilakukan dengan kesadaran.

Sedangkan pengertian budi pekerti menurut KBBI adalah tingkah laku, akhlak, perangai atau watak. Dalam bahasa Arab, istilah budi pekerti sendiri disebut dengan akhlak dan dalam bahasa Inggris disebut dengan ethic, yang artinya adalah etika.

 

  1. Manfaat Budi Pekerti

Penerapan budi pekerti dalam kehidupan sehari memberi pengaruh positif bagi lingkungan. Ketika setiap individu menunjukkan perilaku baik maka orang lain juga akan menilai orang tersebut sebagai orang yang baik.

Perilaku yang baik ini bisa ditunjukkan melalui kebiasaan yang sederhana, misalnya dengan bersikap sopan, membiasakan diri dengan senyum dan sapa atau sering menggunakan kata tolong, maaf dan terimakasi.

Dengan kebiasaan yang baik, pastinya dalam sebuah lingkungan akan merasakan dampak yang baik pula. Adapun contoh lain dari penerapan budi pekerti antara lain :

  • Menanamkan nilai moral sejak dini kepada kaum muda.
  • Meningkatkan sumber daya manusia dengan watak yang mulia.
  • Meningkatkan kesadaran remaja mengenai pembentukan karakter yang positif.

 

Dibawah ini adalah manfaat budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya :

  1. Dalam keluarga

Keluarga adalah tempat dimana pembentukan karakter seseorang dimulai, mulai dari kasih sayang sesama anggota keluarga, rasa hormat kepada yang lebih tua, hingga norma dan moral. Perhatian yang cukup kepada anak-anak akan menjadikan anak memiliki karakter yang baik dikemudian hari.

Ikatan ini akan membuat sesama anggota keluarga menjadi kuat dan harmonis. Begitu juga ketika anak berbudi pekerti menjadi dewasa dan akan memulai sebuah keluarga, bisa dipastikan bahwa keluarga yang dibangun juga adalah keluarga berbudi pekerti dan berkarakter mulia.

  1. Dalam masyarakat

Orang berbudi pekerti memiliki tempat dalam hati masyarakat, sebab orang dengan sikap dan tindakan yang baik pastinya diterima dengan mudah. Orang yang demikian dipercaya bisa memberi dampak positif bagi masyarakat, masyarakat akan lebih dekat satu sama lain, lebih terbuka, memiliki kekompakan hingga dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab di masyarakat.

  1. Dalam Berbangsa dan Bernegara

Secara tidak langsung sikap budi pekerti manusia bisa membangkitkan rasa persatuan dan persatuan di Indonesia. Ketika nilai-nilai kebaikan sudah ditanam kepada manusia sejak dini, maka generasi penerus dipastikan akan memiliki karakter yang mulia dan akan jadi orang berpengaruh bagi bangsa dan negara dikemudian hari.

 

Ciri Ciri Orang Dengan Budi Pekerti

  1. Beriman

Orang yang memiliki budi pekerti pada umumnya menunjukkan sebuah bukti ketaatannya terhadap ajaran dari yang Maha Esa. Ketaatan dan keyakinan tersebut akan menjadi sebuah pilar yang menguatkan kepatuhan seseorang terhadap aturan yang ada.

Baik aturan yang berlaku dalam lingkungan masyarakat maupun aturan dari agama, seperti melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Hal tersebut dimanifestasikan dengan taat beribadah dan berperilaku sesuai dengan norma agama.

 

  1. Berpikir Matang

Orang yang memiliki budi pekerti pada umumnya menunjukkan kemampuan untuk berpikir dan menilai secara objektif, dan bersedia apabila dikritik atau dikoreksi. Kedewasaan dalam berfikir dan bertindak inilah yang akhirnya membentuk karakter seseorang untuk memiliki kemampuan mengatur emosi dengan lebih baik.

 

  1. Bertanggungjawab

Orang yang memiliki budi pekerti akan berani mempertanggungjawabkan semua konsekuensi dari keputusan atau tindakan yang mereka ambil.

 

  1. Jujur

Orang yang memiliki budi pekerti tidak menyukai kebohongan atau berbohong, orang-orang seperti ini biasanya akan mengatakan apa adanya dan berani mengakui kesalahan.

 

  1. Pemaaf

Orang yang memiliki budi pekerti memiliki sikap pemaaf dan mampu mengampuni kesalahan orang lain. Orang-orang berbudi pekerti juga tidak keberatan menyampaikan permintaan maaf ketika melakukan kesalahan kepada orang lain.

 

  1. Rendah Hati

Orang yang memiliki budi pekerti tidak bersikap egois, tidak bermegah diri dan cenderung menunjukkan sikap dan perilaku rendah hati, sekalipun mereka memang lebih baik dari yang lain.

 

  1. Adil

Orang yang memiliki budi pekerti akan bersikap adil, tegas dan tidak memihak ketika membuat keputusan. Tidak standar ganda dan objektif demi kebaikan semua pihak.

 

APA JADINYA DUNIA INI TANPA BUDI PEKERTI Oleh Santi Ratna Dewi S.Pd.

Istilah Budi Pekerti dalam bahasa jawa lebih dikenal dengan istilah Tata Krama atau Sopan santun. Dalam kehidupan sehari-hari peranan Tata krama atau sopan santun itu sangat penting guna menjalin hubungan baik dengan orang lain maupun dengan teman-teman kita.
Istilah Tata krama itu sendiri menurut The British School of Ettiquette bisa diartikan sebagai pedoman perilaku umum dalam hubungan antarmanusia seperti menghormati orang yang lebih tua dan tidak menyela ketika seseorang berbicara. Seperti dalam Istilah Bahasa Jawa Menawa pengin diajeni mula awake dhewe kudu bisa ngajeni marang wong liya. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia “ kalau kita pingin dihargai maka kita harus bisa menghargai orang lain terlebih dahulu.”
Maka dari itu dalam pergaulan dengan teman atau orang lain, kita harus bisa Empan Papan atau kita harus bisa menerapkan sikap dengan siapa kita akan berbicara sehingga kita bisa dikatakan jadi anak/orang yang baik, yang bisa menjujung nilai-nilai Sopan santun. Misalnya saja ketika kita berbicara dengan orang yang lebih tua atau dengan bapak ibu guru, dalam budaya Jawa, maka ketika kita berbicara dengan mereka, kita wajib menggunakan bahasa Jawa Krama. Misalnya saja kita kurang menguasai bahasa jawa krama kita bisa menggantinya dengan bahasa indonesia.
Lalu bagaimana jika didunia ini sudah tidak ada lagi nilai-nilai Tata Krama, Budi pekerti atau Sopan santun?
Keyataannya jaman sekarang banyak para anak-anak bahkan pemuda yang kurang mengerti peranan dan pentingnya tata krama dalam pergaulan. Maka melalui artikel ini, penulis ingin sekali mengajak dan menconthkan beberapa sikap, bagaimana adab Tata krama yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

1. Tata Krama Berbicara.
Berbicara adalah salah satu kegiatan yang dilakukan manusia setiap hari. Tata krama berbicara adalah sopan santun dalam berbicara yang menunjukkan kualitas kepribadian seseorang. Dalam berbicara harus menggunakan bahasa yang sopan, membiasakan salam, intonasi yang dijaga, menghindari kosa kata kasar, serta menggunakan kata-kata seperti maaf, tolong, dan terima kasih.

2. Tata Krama Makan
Tata krama makan adalah sopan santun disaat sedang makan, terutama dengan orang lain. Ketika kita makan hindari kebiasaan mengunyah makanan yang mengeluarkan suara. Tata krama makan dapat diterapkan dengan cara makan dengan posisi duduk yang sopan, mengunyah dengan tenang dan tidak mengeluarkan suara, tidak berantakan dan tetap bersih, tidak mencela makanan, menghargai masakan orang lain dengan memuji juga menghabiskan makanannya.

Sebenarnya masih banyak hal yang penting yang bisa kita pelajari ketika kita membicarakan Budi Pekerti/ Tata krama, tetapi disini penulis menghimbau kepada anakanak melalu kedua contoh tata krama diatas mohon anak anak terapkan dalam kehidupan sehari- hari supaya kita bisa memperbaiki diri menjadi manusi yang lebih baik lagi baik dimata temen kita, orangtua kita, bapak ibu guru dan orang lain.

Sumber :
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Pengertian Tata Krama, Manfaat, Macam, dan Contohnya”, Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2021/07/13/153818569/pengertian-tata-krama-manfaat-macam-dan-contohnya?page=all.
Penulis : Silmi Nurul Utami
Editor : Serafica Gischa