Masjhoedoelhaq “Sang Pembela Kebenaran” (KH. Agus Salim)

Tak terasa kita sebentar lagi merayakan kemerdekaan Republik Indonesia ke 78. Semoga Indonesia selalu diberkahi oleh Allah SWT.

Masjhoedoelhaq adalah nama lahir dari KH. Agus Salim yang berarti “Sang pembela kebenaran”. Beliau merupakan tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sebagai warga Muhammadiyah tentunya kita tidak asing dengan nama beliau. Selain sebagai tokoh islam yang memperjuangkan kemerdekaan RI, beliau juga merupakan salah satu tokoh Muhammadiyah. Beliau adalah pemberani yang membawa diplomasi NKRI.

Dalam jurnal Diplomasi RI di Mesir dan Negara-Negara Arab pada tahun 1947 (2007) karya Suranta Abd. Rahman, pemerintah Indonesia menunjuk Agus Salim sebagai ketua dalam misi diplomatik Indonesia ke negara-negara Arab pada bulan April-Juli 1947. Misi diplomatik Indonesia di negara-negara Arab bertujuan untuk menghimpun pengakuan kemerdekaan dari negara-negara Arab untuk Indonesia. Selain itu, Indonesia juga memiliki kepentingan untuk menjalin hubungan baik dengan negara-negara Arab demi menghadapi sidang Dewan Keamanan PBB pada bulan Agustus 1947. Pada perkembangannya, Agus Salim berhasil memimpin tim delegasi Indonesia untuk mendapatkan pengakuan kemerdekaan dari negara Mesir, Suriah, Lebanon, Arab Saudi, dan Yaman. Keberhasilan misi diplomatik Indonesia di negara-negara Arab tidak terlepas dari kemampuan penguasaan bahasa Arab serta keahlian argumentasi Agus Salim.

Kisah lain pernah diungkap oleh Jef Last, penulis Belanda yang berkenalan dengan Haji Agus Salim ketika Agus Salim menemui tokoh SDAP PJ Troelstra di Belanda pada 1930. Cerita Jef Last ini dimuat dalam buku Seratus Tahun Haji Agus Salim terbitan Sinar Harapan.

Jef Last mengutip cerita Sutan Sjahrir kepadanya. “Kami sekelompok besar pemuda, bersama-sama mendatangi rapat di mana Pak Salim akan berpidato dengan maksud mengacaukan pertemuan itu. Pada waktu itu Pak Salim telah berjanggut kambing yang terkenal itu dan setiap kalimat yang diucapkan Pak Haji disahut oleh kami dengan mengembik yang dilakukan bersama-sama. Setelah ketiga kalinya kami menyahut dengan “me, me, me” (mbek), maka Pak Salim mengangkat tangannya seraya berkata.

“Tunggu sebentar. Bagi saya sungguh suatu hal yang sangat menyenangkan bahwa kambing-kambing pun telah mendatangi ruangan ini untuk mendengarkan pidato saya. Hanya sayang sekali bahwa mereka kurang mengerti bahasa manusia sehingga mereka menyela dengan cara yang kurang pantas. Jadi saya sarankan agar untuk sementara tinggalkan ruangan ini untuk sekadar makan rumput di lapangan. Sesudah pidato saya ini yang ditujukan kepada manusia selesai, mereka akan dipersilakan masuk kembali dan saya akan berpidato dalam bahasa kambing khusus untuk mereka. Karena di dalam agama Islam, bagi kambing pun ada amanatnya dan saya menguasai banyak bahasa.”

Begitulah Haji Agus Salim. Banyak orang menyebutnya sangat cerdas karena mampu menguasai 15 bahasa, akan tetapi beliau juga merupakan tokoh yang jenaka.

Selain membuat resume coba kalian cari tahu pelajaran apa yang dapat kalian petik dari KH. Agus Salim dan pelajaran apa yang dapat kalian petik dari apa dialami beliau! Merdeka!

Elementor #10099

Artikel Hari Pendidikan Nasional 

Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tahun pada tanggal 2 Mei di Indoesia. Hari tersebut merupakan momen penting yang didedikasikan untuk menghormati perjuangan dan pentingnya pendidikan dalam pembangunan negara. Pendidikan memainkan peran kunci dalam menciptakan masyarakat yang cerdas, kreatif, dan inovatif. Melalui pendidikan, generasi muda dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan. 

Pada Hari Pendidikan Nasional, berbagai kegiatan diadakan di seluruh negeri guna pentingnya pendidikan. Sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan lainnya melaksanakan upacara untuk menyemarakkan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Pada Hari Pendidikan Nasional, pemerintah dan masyarakat secara kolektif mengingatkan diri mereka untuk memprioritaskan pendidikan. Hal ini termasuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pendidikan di seluruh negeri. Pemerintah juga sering kali menggunakan kesempatan ini untuk mengumumkan kebijakan baru atau inisiatif pendidikan yang bertujuan meningkatkan sistem pendidikan nasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian terhadap pendidikan telah semakin meningkat. Pemerintah dan masyarakat sadar akan pentingnya menghadapi tantangan global, seperti kemajuan teknologi dan perubahan ekonomi, dengan memiliki sistem pendidikan yang kuat dan relevan. Melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional, diharapkan kesadaran dan komitmen untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia dapat terus tumbuh. Pendidikan adalah kunci untuk mencapai kemajuan sosial, ekonomi, dan budaya. 

Dengan memperingati Hari Pendidikan Nasional setiap tahun, kita mengakui pentingnya pendidikan sebagai fondasi untuk masa depan yang lebih baik bagi individu dan bangsa. Tokoh pendidikan Indonesia yang dianggap sebagai pelopor pendidikan nasional yaitu Ki Hadjar Dewantara, memiliki semboyan yang digunakan dalam sistem pendidikan di Indonesia, yakni Ing Ngarsa Sung Tuladha: di depan, seorang pendidik harus memberikan contoh tindakan yang baik, Ing Madya Mangun Karsa: di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide, Tut Wuri Handayani: dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan atau arahan.

Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar dalam Al-Qur’an & Hadits

Memasuki sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan artinya berkesempatan meraih malam lailatul qadar di bulan Ramadan. Disebut sebagai malam kemuliaan karena adanya ciri-ciri dan keutamaan malam lailatul qadar tersendiri yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits.

Meski tidak ada yang tahu secara pasti waktu datangnya, namun malam lailatul qadar diyakini terjadi pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan, tepatnya malam-malam ganjil. Keterangan di atas didasarkan dari hadits Rasulullah SAW yang menganjurkan umatnya mencari lailatul qadar pada sepuluh hari terakhir Ramadan.

Ciri-ciri malam lailatul qadar

Ciri-ciri malam lailatul qadar dijelaskan oleh Ustaz Abdul Somad, ciri malam lailatul qadar yang pertama adalah cahaya dari matahari pagi terlihat redup.

“Kenapa redup? Karena malaikat-malaikat turun (dari langit ke bumi hingga) cahayanya mengalahkan cahaya matahari,” jelas dia.

Selanjutnya, ciri malam lailatul qadar yang kedua adalah malam itu dipenuhi dengan ketenangan. Ketenangan dalam hal ini dideskripsikan oleh Ustaz Abdul Somad adalah ketenangan yang lebih baik dari biasanya.

Terakhir, malam lailatul qadar membuat adanya perubahan untuk menjadi lebi baik dalam diri seseorang, “(Ciri) malam (lailatul qadar adalah) membuat ada perubahan (seseorang). Yang sebelumnya bakhil (pelit) menjadi dermawan, yang sebelumnya tidak (rajin mengerjakan) salat menjadi salat,” kata Ustaz Abdul Somad.

Keterangan tersebut sebetulnya dijelaskan pula dari salah satu riwayat dari Ubadah bin Ash Shamit dalam tafsir Ibnu Katsir. Berikut bunyi ciri-ciri lailatul qadar menurut hadits yang disabdakan Rasulullah,

Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Lailatul Qadar (terjadi) pada sepuluh malam terakhir. Barangsiapa yang menghidupkan malam-malam itu karena berharap keutamaannya, maka sesungguhnya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang lalu dan yang akan datang. Dan malam itu adalah pada malam ganjil, ke dua puluh sembilan, dua puluh tujuh, dua puluh lima, dua puluh tiga atau malam terakhir di bulan Ramadhan,” dan Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya tanda Lailatul Qadar adalah malam cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tentram, tidak dingin dan tidak pula panas. Pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya. Dan sesungguhnya, tanda Lailatul Qadar adalah, matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi itu.” (HR Ahmad).

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jasmani dan Rohani ditulis oleh Yunanto, S.Or.

Puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan jasmani maupun rohani. Secara jasmani, puasa dapat membantu menurunkan berat badan, meningkatkan kesehatan jantung dan sistem pencernaan, serta membantu mengatur kadar gula darah. Selain itu, puasa juga dapat membantu meningkatkan kekuatan fisik dan daya tahan tubuh. Sedangkan secara rohani, puasa dapat membantu meningkatkan kesadaran spiritual dan menguatkan ikatan dengan Tuhan. Puasa juga dapat membantu meningkatkan ketekunan dan ketabahan, serta membantu mengendalikan nafsu dan emosi. Dalam rangka merayakan bulan suci Ramadhan, kita dapat mengambil manfaat dari puasa untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani kita.

Menurunkan Berat Badan

Menurunkan berat badan menjadi salah satu tujuan kesehatan yang banyak diinginkan oleh orang-orang. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan berat badan, termasuk mengurangi kalori yang dikonsumsi, berolahraga secara teratur, dan memperbaiki pola makan. Banyak penelitian juga menunjukkan bahwa minum air putih, mengonsumsi buah-buahan dan sayuran, serta menghindari makanan yang mengandung banyak gula dan lemak dapat membantu menurunkan berat badan. Selain menjadi penting dari segi penampilan, menurunkan berat badan juga penting untuk kesehatan jangka panjang, karena dapat mengurangi risiko penyakit seperti diabetes dan penyakit jantung. Oleh karena itu, penting untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan mengadopsi gaya hidup yang sehat untuk memastikan kesehatan kita terjaga dengan baik.

Menjaga Kesehatan Jantung

Menjaga kesehatan jantung sangat penting untuk memastikan kesehatan secara keseluruhan. Jantung merupakan organ vital yang memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga menjaga kesehatannya adalah kunci untuk memastikan bahwa tubuh menerima pasokan darah yang cukup. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung diantaranya adalah menjaga pola makan yang sehat dan seimbang, rutin berolahraga, menghindari kebiasaan merokok dan minum alkohol, serta mengelola stres dengan baik. Dengan melakukan beberapa hal tersebut, kita dapat membantu mencegah penyakit jantung dan memastikan bahwa jantung kita tetap berfungsi dengan baik.

Mengurangi Kolesterol

Puasa memiliki beragam manfaat bagi kesehatan jasmani maupun rohani, salah satunya adalah mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh. Kolesterol berlebih dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti penyakit jantung dan stroke. Dengan berpuasa, tubuh bisa memperbaiki metabolisme lemak dan meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol dan mencegah perkembangan penyakit tersebut. Selain itu, puasa juga dapat membantu membersihkan racun dalam tubuh dan meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga menjaga kesehatan secara keseluruhan. Namun, tentunya puasa harus dilakukan dengan benar dan seimbang, dengan menjaga asupan makanan yang sehat dan bergizi.

 

Puasa dapat membantu kita memperbaiki diri, meningkatkan kesabaran dan keteguhan hati dalam menghadapi cobaan hidup. Dalam kesimpulannya, puasa bukan hanya berisi nilai-nilai rohani, namun juga memiliki manfaat bagi kesehatan jasmani dan rohani. Oleh karena itu, kita perlu mempertahankan ibadah puasa ini agar dapat memperoleh manfaat sebanyak-banyaknya dan juga memperoleh ridha Allah SWT

Sejarah 1 April Sebagai Hari Penyiaran Nasional oleh Muhammad Rhomadoni R., S.Kom.

Setiap tanggal 1 April setiap tahunnya dirayakan sebagai Hari Penyiaran Nasional (HARSIARNAS). Hari peringatan ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 9 Tahun 2019 tentang Hari Penyiaran Nasional.

Dipilihnya tanggal 1 April karena pada 1 April 1933 berdiri Lembaga Penyiaran Radio milik pribumi pertama (bangsa Indonesia) di Solo yaitu Solosche Radio Vereeniging (SRV) yang diprakasai oleh KGPAA Mangkunegoro VII.

Awalnya, sejarah penyiaran di Indonesia (nusantara ketika itu) mulai berlangsung pada tahun 1927. Sejak Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Sri Mangkoenegoro VII yang menerima hadiah dari seorang Belanda berupa pesawat radio penerima.

Kemudian pada 1 April 1933 berdiri sebuah lembaga penyiaran radio pertama milik Indonesia di Kota Solo bernama Solosche Radio Vereeniging (SRV) yang didirikan Sri Mangkoenegoro VII. Tanggal berdirinya SRV ini kemudian dijadikan oleh para pencentus Harsiarnas sebagai hari lahirnya penyiaran nasional.

Proses penetapan Hari Penyiaran Nasional membutuhkan waktu yang cukup lama hingga ditetap oleh Presiden Joko Widodo pada 2019 lalu. Deklarasi pertama Harsiarnas dilakukan pada tanggal 1 April 2010 di Surakarta, Jawa Tengah.

Deklarasi tersebut diprakarsai oleh Hari Wiryawan yang ketika itu menjadi Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jateng dan didukung oleh berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, wakil rakyat, budayawan, akademisi, dan insan penyiaran. Beberapa tokoh penting yang terlibat dalam deklarasi tersebut adalah maestro Keroncong Gesang dan penyanyi Waljinah.

Deklarasi tersebut merupakan sebuah usulan kepada pemerintah agar menetapkan dua hal penting. Pertama, agar tanggal 1 April yang merupakan hari lahirnya SRV ditetapkan sebagai Hari Penyiaran Nasional. Kedua, agar KGPAA Mangkunagoro VII ditetapkan sebagai Bapak Penyiaran Indonesia.

Setelah deklarasi tahun 2009, kemudian dilakukan deklarasi kedua tahun 2010 dengan usulan dan materi yang sama. Deklarasi Harsiarnas dilakukan pada tanggal 1 April 2010 di Bale Tawangarum, Balai Kota Surakarta yang waktu itu juga dihadiri oleh Walikota Solo Joko Widodo.

Melalui deklarasi tersebut, para pelaku penyiaran dan masyarakat Indonesia dapat lebih menghargai dan menghormati sejarah penyiaran nasional Indonesia yang bermula dari kota Solo.

Hari Penyiaran Nasional menjadi sebuah momen penting untuk mengenang peran penting penyiaran dalam kehidupan sosial, budaya, dan politik di Indonesia. Melalui penyiaran, masyarakat dapat mendapatkan informasi, hiburan, dan edukasi yang penting dan berkualitas untuk membangun negara yang lebih baik.

Tahun ini, peringatan Harsiarnas menginjak tahun ke 90 dan tema yang ditetapkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yakni “Siaran Sehat Pemilu Bermartabat”.

Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

Oleh : Panji Kismo, S.Pd

Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam karena mengisahkan perjalanan rohani Nabi Muhammad SAW. Saat itu, Nabi Muhammad SAW mendapat perintah dari Allah SWT untuk menjalankan salat lima waktu, peristiwa Isra miraj adalah dua perjalanan Nabi Muhammad SAW yang terjadi dalam satu malam, Umat Islam memperingati Isra Miraj setiap tanggal 27 Rajab tahun Hijriah.

Isra Miraj merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Masjid Al Aqsa di Yerusalem. Kemudian Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit ketujuh atau Sidratul Muntaha. Isra Miraj kerap dimaknai sebagai perjalanan rohani Nabi Muhammad SAW dalam satu peristiwa. Akan tetapi, Isra dan Miraj sebenarnya terdiri dari dua bagian perjalanan Nabi Muhammad SAW, yaitu Isra Miraj.

1. Peristiwa Isra

Peristiwa Isra merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Kabah di Mekkah ke Masjid Al Aqsa yang berada di Yerusalem. Saat itu, perjalanan dari Kabah ke Masjid Al Aqsa dapat ditempuh dengan kuda atau unta selama satu bulan. Namun, Nabi Muhammad SAW dapat menempuh perjalanan tersebut hanya dalam satu bulan. Di perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW mengendarai hewan bernama Buraq. Buraq digambarkan memiliki tubuh seperti kuda putih dengan sayap dan ekor burung merak. Sesampainya di Masjid Al Aqsa, Nabi Muhammad SAW dikisahkan memimpin para nabi terdahulu untuk melaksanakan ibadah salat dua rakaat.

2. Peristiwa Miraj

Miraj merupakan perjalanan Nabi Muhammad dari Masjid Al Aqsa menujut ke langit ketujuh atau Sidratul Muthana. Di tiap tingkatan langit tersebut, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan nabi-nabi terdahulu. Nabi-nabi tersebut di antaranya: Nabi Adam di langit pertama. Nabi Isa dan Yahya di langit kedua. Nabi Yusuf di langit ketiga. Nabi Idris di langit keempat. Nabi Harun di langit kelima. Nabi Musa di langit keenam. Nabi Ibrahim di langit ketujuh. Sejak kedua peristiwa tersebut, umat Islam diwajibkan menjalankan salat lima waktu dalam sehari. Pada mulanya, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan ibadah salat sebanyak 50 kali dalam sehari.

Kendati demikian, Nabi Muhammad SAW pernah diingatkan oleh Nabi Musa as bahwa jumlah tersebut terlalu besar. Nabi Muhammad SAW kemudian meminta keringanan kepada Allah SWT. Hingga kini, Isra Miraj diperingati sebagai hari besar oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Mereka melakukan beragam cara untuk memperingati hari besar ini. Misalnya dengan beribadah, melaksanakan syukuran, hingga mengadakan pengajian

Hari Pemberontakan PETA

HARI PEMBERONTAKAN PETA

Hari apakah yang diperingati pada tanggal 14 Februari? Mungkin kalian mengetahu bahwa 14 Februari di Indonesia diperingati sebagai hariĪ Pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) (bahasa Jepang: 郷土防衛義勇軍 romanisasi: Kyōdo Bōei Giyūgun) . PETA merupakan cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang kita kenal sekarang ini. Dibentuknya pasukan ini bermula ketika pemerintah Jepang menduduki wilayah Indonesia pada tahun 1942-1945. Saat itu Jepang juga sedang menghadapi peperangan Asia Timur Raya (Perang Asia Pasifik) yang terjadi negara-negara Asia dan Samudra Pasifik. Jepang memiliki tujuan untuk menguasai negara-negara Asia dan menggantikan kedudukan bangsa Eropa. Sehingga, pemerintah Jepang membentuk PETA untuk memperkuat pasukannya dalam menghadapi sekutu pada tanggal 3 Oktober 1943.

Tahukah kamu bahwa Jenderal Besar TNI Soedirman dan Jenderal Soeharto adalah eks tentara PETA? Anggota PETA merupakan tentara sukarela yang berasal dari pemuda lokal Indonesia. Pada Maret 1944, Jepang mulai merasa PETA lebih melayani kepentingan Indonesia daripada Jepang. Kemudian pada September 1944, Supriyadi (Komandan PETA), merencanakan aksi pemberontakan dan revolusi serta menggelar pertemuan rahasia. Kemudian pada tanggal 14 Februari 1945 dibawah pimpinan Supriyadi, PETA melakukan aksi pemberotakan terhadap Jepang di Blitar, Jawa Timur. Tentara Jepang yang menyadari aksi pemberontakan tersebut pun bergerak melawan balik hingga pasukan PETA terpojok. Tidak sedikit dari tentara PETA yang ditangkap dan disiksa polisi Jepang. Nahas, setelah itu sebanyak 68 anggota PETA ditangkap dan diadili di Mahkamah Militer Jepang di Jakarta. Supriyadi pun tidak diketahui keberadaannya dan dianggap hilang.

Hari Pemberontakan tersebut kini diperingati sebagai hari Pemberotakan PETA, agar masyarakat Indonesia dapat mengenang dan menghormati perjuangan PETA dalam membela dan mewujudkan kemerdekaan Indonesia. (Oleh : Tri Uswatun Hasanah, S.Pd.)

4 FAKTA PERINGATAN PERS NASIONAL

 

Di tulis oleh Esti Catur K.S., S.Pd.         Hari Peringatan Pers diperingati setiap tahun pada tanggal 9 Februari bertepatan dengan Hari Ulang Tahun PWI, ditetapkan dengan Keputusan Presiden RI No. 5 tahun 1985 yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto pada tanggal 23 Januari 1985. Dewan Pers kemudian menetapkan Hari Pers Nasional dilaksanakan setiap tahun secara bergantian di ibukota provinsi se-Indonesia.

Raden Mas Djokomono Tirto Adhi Soerjo (Blora, 1880-1918) dikukuhkan sebagai Bapak Pers Nasional karena jasanya sebagai perintis jurnalistik nasional. Beliau mendirikan surat kabar pertama yang dimiliki dan dikelola oleh pribumi, yaitu Medan Prijaji (Bandung, 1907-1912).

Nah, tentu terdapat cerita sejarah di balik penetapan Hari Pers Nasional tersebut. Apa saja fakta penting perayaan Hari Pers Nasional? Pertama, adanya peran wartawan sebagai aktivis dalam pemberitaan yang membangkitkan kesadaran nasional masyarakat. Kemudian, berangkat dari peran wartawan yang begitu penting, terbentuklah organisasi bernama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Ditetapkannya Hari Pers Nasional erat hubungannya dengan PWI karena telah dibahas, bahkan menjadi salah satu butir dari hasil Kongres PWI ke-28 di Padang pada tahun 1978. Dalam kongres tersebut, isu tentang Hari Pers Nasional tercetus dari keinginan tokoh-tokoh pers untuk memeringati kehadiran dan peran pers Indonesia dalam lingkup nasional.

Setelah sekitar tujuh tahun berlalu, akhirnya tanggal 9 Februari ditetapkan secara resmi oleh pemerintah sebagai Hari Pers Nasional. Kala itu, Indonesia berada dalam era orde baru yang mana masih dipimpin oleh Soeharto. Penetapan Hari Pers Nasional sendiri dapat ditemukan dalam Keputusan Presiden RI No.5 Tahun 1985.

 

Setelah anak-anak membaca artikel di atas, silakan jawab pertanyaan berikut!

  1. Tulislah pokok-pokok (poin) penting yang terdapat pada artikel di atas!
  2. Berilah sebuah tanggapan yang positif pada artikel di atas berdasarkan pendapatmu masing-masing!