KEPANDUAN PRAMUKA

Penulis: Resnandhi .A.M, S.Pd.

Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang memiliki arti rakyat muda yang suka berkarya. Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka yang meliputi Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak, dan Pramuka Pandega.
Kepramukaan atau Pramuka adalah satu organisasi kepanduan yang berasal dari Inggris dan telah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Kepanduan pramuka adalah suatu medan gerak untuk anak-anak atau peserta didik, oleh mereka di bawah pimpinan mereka sendiri, tempat Kakak mereka memberikan kepada adik-adiknya itu suasana yang sehat dan menganjurkan agar mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang sehat, positif, inisiatif dan produktif. Kepanduan pramuka biasa disebut juga dengan gerakan latihan, karena itu dalam praktenya ada dua hal yang terbukti, pertama kebiasaan baik tertanam, kedua adanya kesempatan untuk mengembangkan inisiatif, disiplin diri, dan menetukan tujuan sendiri.
Kepramukaan juga memiliki tujuan di antaranya adalah sebagai berikut:
Membentuk karakter pemuda yang memiliki watak, kepribadian dan akhlak yang mulia
Menanamkan semangat jiwa nasionalis dan bela negara
Membekali kaum muda dengan berbagai kecakapan dan keahlian
Beberapa tujuan pendidikan kepramukaan tergambarkan secara eksplisit. Bahwa Pramuka adalah organisasi pendidikan yang berwawasan materi untuk membentuk pemuda berkarakter, berkualitas dan kenegaraan.
Kegiatan pramuka identik dengan keakrabannya terhadap alam. Memanfaatkan sumber daya dan tanda alam untuk adaptif karena memiliki kreatifitas. Pramuka bermanfaat untuk membentuk pola pikir dan membangun karakter untuk peduli dan bertanggungjawab. Membangun kolaborasi yang di mulai dari diri sendiri untuk lebih memahami alam semesta, serta permasalahan masyarakat.
Dengan demikian, penerapan pendidikan kepramukaan setidaknya menjadi perhatian penting Kwarnas sebagai pemegang kendali. Mengingat pada kurikulum 2013 yang

Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

Oleh : Panji Kismo, S.Pd

Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam karena mengisahkan perjalanan rohani Nabi Muhammad SAW. Saat itu, Nabi Muhammad SAW mendapat perintah dari Allah SWT untuk menjalankan salat lima waktu, peristiwa Isra miraj adalah dua perjalanan Nabi Muhammad SAW yang terjadi dalam satu malam, Umat Islam memperingati Isra Miraj setiap tanggal 27 Rajab tahun Hijriah.

Isra Miraj merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Masjid Al Aqsa di Yerusalem. Kemudian Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit ketujuh atau Sidratul Muntaha. Isra Miraj kerap dimaknai sebagai perjalanan rohani Nabi Muhammad SAW dalam satu peristiwa. Akan tetapi, Isra dan Miraj sebenarnya terdiri dari dua bagian perjalanan Nabi Muhammad SAW, yaitu Isra Miraj.

1. Peristiwa Isra

Peristiwa Isra merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Kabah di Mekkah ke Masjid Al Aqsa yang berada di Yerusalem. Saat itu, perjalanan dari Kabah ke Masjid Al Aqsa dapat ditempuh dengan kuda atau unta selama satu bulan. Namun, Nabi Muhammad SAW dapat menempuh perjalanan tersebut hanya dalam satu bulan. Di perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW mengendarai hewan bernama Buraq. Buraq digambarkan memiliki tubuh seperti kuda putih dengan sayap dan ekor burung merak. Sesampainya di Masjid Al Aqsa, Nabi Muhammad SAW dikisahkan memimpin para nabi terdahulu untuk melaksanakan ibadah salat dua rakaat.

2. Peristiwa Miraj

Miraj merupakan perjalanan Nabi Muhammad dari Masjid Al Aqsa menujut ke langit ketujuh atau Sidratul Muthana. Di tiap tingkatan langit tersebut, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan nabi-nabi terdahulu. Nabi-nabi tersebut di antaranya: Nabi Adam di langit pertama. Nabi Isa dan Yahya di langit kedua. Nabi Yusuf di langit ketiga. Nabi Idris di langit keempat. Nabi Harun di langit kelima. Nabi Musa di langit keenam. Nabi Ibrahim di langit ketujuh. Sejak kedua peristiwa tersebut, umat Islam diwajibkan menjalankan salat lima waktu dalam sehari. Pada mulanya, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan ibadah salat sebanyak 50 kali dalam sehari.

Kendati demikian, Nabi Muhammad SAW pernah diingatkan oleh Nabi Musa as bahwa jumlah tersebut terlalu besar. Nabi Muhammad SAW kemudian meminta keringanan kepada Allah SWT. Hingga kini, Isra Miraj diperingati sebagai hari besar oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Mereka melakukan beragam cara untuk memperingati hari besar ini. Misalnya dengan beribadah, melaksanakan syukuran, hingga mengadakan pengajian

Hari Pemberontakan PETA

HARI PEMBERONTAKAN PETA

Hari apakah yang diperingati pada tanggal 14 Februari? Mungkin kalian mengetahu bahwa 14 Februari di Indonesia diperingati sebagai hariĪ Pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) (bahasa Jepang: 郷土防衛義勇軍 romanisasi: Kyōdo Bōei Giyūgun) . PETA merupakan cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang kita kenal sekarang ini. Dibentuknya pasukan ini bermula ketika pemerintah Jepang menduduki wilayah Indonesia pada tahun 1942-1945. Saat itu Jepang juga sedang menghadapi peperangan Asia Timur Raya (Perang Asia Pasifik) yang terjadi negara-negara Asia dan Samudra Pasifik. Jepang memiliki tujuan untuk menguasai negara-negara Asia dan menggantikan kedudukan bangsa Eropa. Sehingga, pemerintah Jepang membentuk PETA untuk memperkuat pasukannya dalam menghadapi sekutu pada tanggal 3 Oktober 1943.

Tahukah kamu bahwa Jenderal Besar TNI Soedirman dan Jenderal Soeharto adalah eks tentara PETA? Anggota PETA merupakan tentara sukarela yang berasal dari pemuda lokal Indonesia. Pada Maret 1944, Jepang mulai merasa PETA lebih melayani kepentingan Indonesia daripada Jepang. Kemudian pada September 1944, Supriyadi (Komandan PETA), merencanakan aksi pemberontakan dan revolusi serta menggelar pertemuan rahasia. Kemudian pada tanggal 14 Februari 1945 dibawah pimpinan Supriyadi, PETA melakukan aksi pemberotakan terhadap Jepang di Blitar, Jawa Timur. Tentara Jepang yang menyadari aksi pemberontakan tersebut pun bergerak melawan balik hingga pasukan PETA terpojok. Tidak sedikit dari tentara PETA yang ditangkap dan disiksa polisi Jepang. Nahas, setelah itu sebanyak 68 anggota PETA ditangkap dan diadili di Mahkamah Militer Jepang di Jakarta. Supriyadi pun tidak diketahui keberadaannya dan dianggap hilang.

Hari Pemberontakan tersebut kini diperingati sebagai hari Pemberotakan PETA, agar masyarakat Indonesia dapat mengenang dan menghormati perjuangan PETA dalam membela dan mewujudkan kemerdekaan Indonesia. (Oleh : Tri Uswatun Hasanah, S.Pd.)

4 FAKTA PERINGATAN PERS NASIONAL

 

Di tulis oleh Esti Catur K.S., S.Pd.         Hari Peringatan Pers diperingati setiap tahun pada tanggal 9 Februari bertepatan dengan Hari Ulang Tahun PWI, ditetapkan dengan Keputusan Presiden RI No. 5 tahun 1985 yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto pada tanggal 23 Januari 1985. Dewan Pers kemudian menetapkan Hari Pers Nasional dilaksanakan setiap tahun secara bergantian di ibukota provinsi se-Indonesia.

Raden Mas Djokomono Tirto Adhi Soerjo (Blora, 1880-1918) dikukuhkan sebagai Bapak Pers Nasional karena jasanya sebagai perintis jurnalistik nasional. Beliau mendirikan surat kabar pertama yang dimiliki dan dikelola oleh pribumi, yaitu Medan Prijaji (Bandung, 1907-1912).

Nah, tentu terdapat cerita sejarah di balik penetapan Hari Pers Nasional tersebut. Apa saja fakta penting perayaan Hari Pers Nasional? Pertama, adanya peran wartawan sebagai aktivis dalam pemberitaan yang membangkitkan kesadaran nasional masyarakat. Kemudian, berangkat dari peran wartawan yang begitu penting, terbentuklah organisasi bernama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Ditetapkannya Hari Pers Nasional erat hubungannya dengan PWI karena telah dibahas, bahkan menjadi salah satu butir dari hasil Kongres PWI ke-28 di Padang pada tahun 1978. Dalam kongres tersebut, isu tentang Hari Pers Nasional tercetus dari keinginan tokoh-tokoh pers untuk memeringati kehadiran dan peran pers Indonesia dalam lingkup nasional.

Setelah sekitar tujuh tahun berlalu, akhirnya tanggal 9 Februari ditetapkan secara resmi oleh pemerintah sebagai Hari Pers Nasional. Kala itu, Indonesia berada dalam era orde baru yang mana masih dipimpin oleh Soeharto. Penetapan Hari Pers Nasional sendiri dapat ditemukan dalam Keputusan Presiden RI No.5 Tahun 1985.

 

Setelah anak-anak membaca artikel di atas, silakan jawab pertanyaan berikut!

  1. Tulislah pokok-pokok (poin) penting yang terdapat pada artikel di atas!
  2. Berilah sebuah tanggapan yang positif pada artikel di atas berdasarkan pendapatmu masing-masing!