Edukasi Dalam Rangka Hari Kanker Sedunia (4 Februari 2023)

 

Di tulis oleh Rizaldy Sidiq.P.P, S.Pd.

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian.

 

Kanker sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah kanker. Tumor adalah segala benjolan tidak normal atau abnormal. Tumor dibagi dalam 2 golongan, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Kanker adalah istilah umum untuk semua jenis tumor ganas.

 

Kanker atau tumor ganas bisa terjadi dimana saja dalam tubuh, bisa di paru-paru, otak, payudara ,usus, prostat, kandungan, kulit bahkan di darah, dan bisa terkena pada perempuan dan laki-laki dengan usia yang paling sering di atas usia 40 tahun.

 

Kanker bisa metastasis atau menyebar ke tubuh yang lain. Penyebab umum dan faktor resiko kanker adalah :

  1. Merokok
  2. Paparan sinar matahari dan jenis radiasi lainnya
  3. Konsumsi alkohol
  4. Kurang aktifitas fisik
  5. Obesitas dan pola makanan yang tidak sehat
  6. Riwayat keluarga menderita kanker
  7. Terpapar bahan kimia.

Pengobatan kanker tergantung dari jenis kanker dan stadiumnya, umumnya terapi yaitu operasi, kemoterapi dan radiasi.

 

Pencegahan dapat dilakukan dengan cara hidup sehat dan menghindari penyebab kanker :

  1. Mengenai makanan:
  • Mengurangi makanan berlemak yang berlebihan,
  • Lebih banyak makan makanan berserat,
  • Lebih banyak makan sayur-sayuran berwarna serta buah-buahan, beberapa kali sehari,
  • Lebih banyak makan makanan segar,
  • Mengurangi makanan yang telah diawetkan atau disimpan terlalu lama

2. Membatasi minuman alkohol,

3.Hindari diri dari penyakit akibat hubungan seksual,

4. Hindari kebiasaan merokok. Bagi perokok: berhenti merokok,

5. Upayakan kehidupan seimbang dan hindari stress,

6. Periksakan kesehatan secara berkala dan teratur.

8 Kandungan Gizi Penting untuk Hidup Sehat

Penulis : Santi Ratna Dewi, S.Pd

Pola dan gaya hidup modern cukup berpengaruh terhadap perubahan pola makan yang dikonsumsi sehari-hari. Makanan cepat saji cenderung lebih disukai karena dianggap lebih praktis saat dimasak dan dikonsumsi. Pada hakikatnya, tidak semua makanan cepat saji memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh karena mengandung kadar lemak berlebih yang cukup tinggi, serta tambahan bahan campuran makanan seperti pengenyal makanan, pewarna makanan, hingga bahan pengawet yang berbahaya apabila dikomsumsi terlalu sering dan berlebihan.

Mengonsumsi makanan bergizi erat kaitannya dengan hidup sehat. Karena pola makan yang tepat dapat menunjang tercapainya berat badan yang ideal juga mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes, kardiovaskular dan jenis kanker lainnya. Mengonsumsi makanan bergizi tak hanya meningkatkan kesehatan fisik, tetapi juga dapat mempengarusi suasana hati. Makanan yang sehat adalah makanan yang mengandung berbagai macam nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Tubuh manusia membutuhkan bermacam nutrisi untuk menjaga tubuh tetap sehat dan pertumbuhan yang agar dapat berjalan dengan optimal.

 

Makanan Sehat dan Bergizi

Kriteria makanan sehat dan bergizi yaitu makanan yang memiliki nilai gizi seimbang dan mengandung nilai gizi esensial tubuh seperti vitamin, mineral, karbohidrat, protein, lemak,kalsium, serat dan air. Pola makanan yang sehat tidak perlu menghilangkan makanan yang disukai ataupun makanan tertentu dari program diet. Tetapi hanya perlu memilih opsi paling sehat dari setiap kategori, karena sejatinya itu semua dibutuhkan oleh tubuh.

 

Kriteria Makanan Sehat

1.Karbohidrat

Kandungan karbohidrat bisa kita dapatkan dari beragam jenis makanan, seperti halnya kentang, ubi, gandum, beras merah dan jagung. Asupan karbohidrat harus diperhatikan karena 60 persen dari asupan kalori adalah karbohidrat yang juga merupakan sumber energi utama tubuh manusia.

2.Protein

Tubuh manusia membutuhkan asupan protein 10-15% dari asupan protein harian. Sumber protein yang dapat dikonsumsi cukup beragam, baik protein nabati ataupun protein hewani. Asupan protein bisa didapat dari mengonsumsi telur, ikan, daging ayam, bebek, gandum, kacang almond dan kacang kedelai. Protein yang masuk ke dalam tubuh akan diproses menjadi asam amino yang berfungsi membangun otot, organ tubuh, kulit dan rambut. Disisi lain, fungsi hormon juga diatur oleh protein.

3.Lemak

Lemak terbagi menjadi dua, yaitu lemak jenuh yang bisa didapat dari mengonsumsi daging, minyak kelapa dan susu, lalu lemak tak jenuh bisa didapat dari mengonsumsi ikan, alpukat, dan kacang-kacangan. Pada hakikatnya lemak adalah sumber energi yang baik dan dibutuhkan untuk kesehatan tubuh. Akan tetapi, lemak harus dikonsumsi dengan jumlah yang cukup dan tidak berlebihan agar tidak terjadi obesitas. Obesitas terjadi karena adanya penambahan kalori yang berlebih ke dalam tubuh.

4.Vitamin

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, vitamin sangatlah dibutuhkan. Vitamin pun sangat beragam dan bisa didapatkan dari setiap makanan yang dikonsumsi setiap hari. Vitamin merupakan kandungan penting yang terdapat dalam makanan, akan tetapi bisa saja hilang apabila dimasak terlalu lama. Hal ini harus diperhatikan, karena vitamin memegang peran penting dalam menjaga kesehatan badan. Maka dari itu, untuk mencegah hilangnya kandungan vitamin, pilihlah makanan yang mudah diolah dengan cara dikukus, direbus atau ditumis seperti wortel, minyak ikan, bayam, brokoli, jeruk, alpukat, kacang panjang, daging sapi, dan ayam.

5.Kalsium

Asupan kalsium yang tidak memadai dapat menyebabkan osteoporosis. Tidak hanya itu, tetapi juga dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan insomnia. Keju, yogurt, almond, dan tahu adalah makanan yang mengandung kalsium.

6.Mineral

Mineral adalah zat yang ditemukan di tanah dan dicerna dari makanan. Oleh karena itu, kita dapat mengekstrak mineral dari sumber tumbuhan dan hewan. Untuk meraih asupan mineral dari makanan bisa didapat dengan mencoba sayuran hijau, alpukat, kacang brazil, sarden, udang merah, dan kalkun. Kandungan mineral yang harus ada dalam tubuh, seperti zat besi, seng, kalsium, selenium, klorida, kalium, yodium, magnesium dan tembaga.

7.Serat

Makan makanan berserat tinggi seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan kacang-kacangan dapat mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Selain itu, makanan yang mengandung serat tidak hanya baik untuk kulit, tetapi juga membantu menurunkan berat badan.

8.Air

Air adalah bagian penting dari makanan sehat dan bergizi. Hal ini disebabkan karena tubuh manusia terdiri dari 60% air, maka manusia perlu memenuhi kebutuhan air hariannya dengan meminum 44.448 gelas air atau setara dengan 2 liter air setiap hari. Kekurangan minum air dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti batu ginjal dan sembelit. Manfaat air bagi tubuh adalah membantu menyerap, mencerna, mengeluarkan, mendistribusikan nutrisi ke tubuh dan mengatur suhu tubuh.

Menjaga kesehatan bukanlah hal yang sulit, selama kita menjaga pola makan dan asupan gizi agar tubuh kita tidak kekurangan nutrisi dan bisa tetap semangat untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Setelah mengetahui apa saja gizi esensial yang dibutuhkan tubuh, mari kita bersama-sama memulai dan membiasakan mengonsumsi makanan yang sehat.

Sejarah Hari Tratura

 

Hari Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura) diperingati setiap 10 Januari. Hari Tritura merupakan peringatan terhadap sebuah peristiwa heroik yang terjadi pada masa Orde Lama ketika Presiden Suharto masih memimpin pada tahun 1966. Adanya tragedi berdarah Gerakan 30 September (G30S) 1965, berimbas kepada munculnya sebuah aksi yang dikenal dengan Tritura. Aksi Tritura dimotori oleh mahasiswa yang membawa dalih bahwa Pemerintahan Orde Lama tidak tegas terhadap Partai Komunis Indonesia (PKI). PKI adalah partai yang dianggap menjadi biang kerusuhan pada Peristiwa G30S 1965 dan menewaskan sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat. Aksi Tritura dilakukan pada 10-13 Januari 1966 di Jakarta. Adapun isi dari Tritura yang diusung dalam aksi sebagai berikut: Bubarkan Partai Komunis Indonesia atau PKI; Rombak Kabinet Dwikora; dan Turunkan Harga. Tuntunan pertama, yakni bubarkan PKI, merujuk kepada Pemerintahan Sukarno yang dianggap lamban dalam mengambil langkah terhadap orang-orang PKI, terutama yang terlibat Peristiwa G30S. Bahkan, terdapat beberapa tokoh PKI yang masih menjabat sebagai anggota kabinet. Empat bulan sejak terjadinya peristiwa tersebut, Presiden Sukarno belum memberikan titik terang terkait keputusan. Padahal gelombang kekacauan sebagai akibat kegeraman dari masyarakat telah meluas. Tuntutan kedua, adalah pembubaran Kabinet Dwikora, berlandaskan kepada pemerintah yang tidak mampu mengendalikan kestabilan politik, sosial dan ekonomi negara. Dikutip dari buku Revolusi Politik Kaum Muda oleh Muhammad Umar Syadat Hasibuan (2008), dijelaskan bahwa tuntutan terjadi sebagai akibat dari konfrontasi Indonesia Malaysia dan usaha merebut Irian Barat. Presiden Sukarno dianggap lengah dan kurang memperhatikan adanya bahaya dari PKI. Kemudian, justru hanya terfokus kepada konfrontasi terhadap Malaysia dan merebut Irian Barat. Selain itu, tubuh Kabinet Dwikora masih diisi oleh beberapa orang dari PKI. Masyarakat juga sudah meminta kepada Sukarno untuk segera membersihkan orang-orang PKI, terutama di pemerintahan. Tuntutan ketiga, yaitu turunkan harga. Hal tersebut disebabkan karena adanya keadaan kestabilan ekonomi yang semakin memburuk. Kemudian, juga sebagai akibat dari dikeluarkannya Peraturan Preiden No.27 yang mengatur kembali mata uang rupiah pada 13 Desember 1965. Kebijakan tersebut, berdampak kepada melambung harga-harga kebutuhan pokok sehingga menyusahkan rakyat. Beberapa organisasi yang turut dalam demontrasi Tritura antara lain seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI), Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), Kesatuan Aksi Buruh Indonesia (KABI), Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI), Kesatuan Aksi Wanita Indonesia (KAWI), Kesatuan Aksi Guru Indonesia (KAGI), dan lainnya. Menanggapi aksi Tritura, Sukarno kemudian melakukan reshuffle kabinet pada tanggal 21 Februari 1966. Namun, Sukarno masih mengikutkan orang-orang yang berbau kiri di dalam kabinet. Sehingga, pada 24 Februari 1966, mahasiswa kembali melakukan unjuk rasa. Aksi tersebut menghasilkan sebuah insiden yang membuat seorang mahasiswa bernama Arif Rahman Hakim menjadi korban.