Bully adalah perilaku kekerasan fisik ataupun mental yang mana ada satu orang atau lebih yang melakukan penyerangan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku kekerasan ini biasa terjadi di lingkungan sekolah dan umumnya menimpa anak-anak dan remaja yang secara fisik lebih lemah dari teman-teman sebayanya. Tindakan bully tidak hanya terjadi ketika pelaku melakukan kekerasan secara fisik kepada korban, seperti memukul, menampar, atau menendang. Bully juga bisa dilakukan tanpa melakukan kekerasan fisik, seperti mengejek, memanggil seseorang dengan sebutan yang hina, atau bisa juga menyebarkan gosip tentang korban atau mempermalukannya di depan banyak orang.
Kalangan yang mem-bully biasanya memiliki fisik yang kuat. Kemungkinan dia dibesarkan di keluarga atau lingkungan yang anggotanya suka melakukan kekerasan.
BAGAIMANA CARA MENGHENTIKAN TINDAKAN INI?
Anak yang di-bully kemungkinan takut mengatakannya kepada orang lain. Dia juga mungkin akan berubah menjadi pendiam. Oleh karena itu, sebagai orang tua, Anda harus jeli melihat perubahan tingkah lakunya. Berikut ciri-ciri anak yang menjadi korban bully.
– Yang tadinya semangat, kini dia menolak untuk bersekolah.
– Prestasi belajarnya menurun.
– Tiba-tiba kehilangan teman atau menghindari ajakan pertemanan.
– Barang-barang miliknya menghilang atau hancur.
Jika ciri-ciri tersebut ada pada diri anak Anda, coba ajak dia bicara dari hati ke hati. Mulailah obrolan dengan cara yang halus agar anak mau mengutarakan isi hatinya. Ajari dia bagaimana cara menyikapi orang-orang yang berlaku kasar kepadanya, seperti menghindar ketika bertemu dengan mereka atau katakan, “Jangan ganggu saya.” Ingat, jangan mengajarinya untuk balas melawan atau melakukan kekerasan kepada para pelaku. Berikan juga semangat untuk tetap percaya diri dengan tetap bergaul dengan anak-anak lain yang baik.
Para pelaku bully harus segera ditangani. Orang tua bisa mengajaknya untauk menjalani konseling agar pola pikir dan tindakannya bisa lebih terarah dengan baik. Tindakan bully adalah masalah serius yang harus segera ditangani. Jika terus dibiarkan, perilaku menyimpang ini bisa merusak anak Anda dan generasi muda.
Sumber : alodokter.com