MAKNA SLOGAN 17 AGUSTUS 2022 DAN CARA MERAYAKANNYA Penulis Esti Catur K.S., S.Pd

Indonesia akan memperingati hari kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 2022 mendatang. Slogan 17 Agustus 2022 sangat penting untuk diketahui karena menjadi landasan dalam melaksanakan beragam acara perayaan kemerdekaan di berbagai wilayah. Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Indonesia merayakan hari kemerdekaan di tengah situasi pandemi covid-19. Hanya saja, kondisi di masa kini sudah jauh lebih kondusif dan aktivitas bisa dijalankan lebih longgar. Meskipun demikian, masyarakat masih tetap dianjurkan untuk menerapkan protokol kesehatan di berbagai tempat dan momen.
Slogan HUT ke-77 Republik Ibdonesia adalah “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”. Slogan ini bukan hanya sekadar rangkaian kata semata, melainkan mengandung makna, doa, dan harapan yang besar bagi bangsa Indonesia.
Makna tema ini merefleksikan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi pemersatu bangsa di tengah segala perbedaan dan tantangan bangsa Indonesia.
Berbagai aspek kehidupan seperti ekonomi, sosial, budaya, agama, dan sebagainya sempat mengalami hambatan karena adanya pandemi Covid-19. Namun, kondisi yang demikian berangsur pulih seiring dengan bersatunya masyarakat Indonesia dalam melawan pandemi tersebut.
Ada beragam upaya yang bisa dilakukan untuk memeriahkan HUT Ke-77 Republik Indonesia. Beberapa cara merayakan kemerdekaan Indonesia yaitu sebagai berikut.
1. Memasang Bendera Merah Putih di Depan Rumah
Mengutip buku Meraba Indonesia, Ekspedisi Gila Keliling Nusantara oleh Ahmad Yunus (2011), sudah menjadi tradisi bagi bangsa Indonesia untuk memasang bendera merah putih di depan rumah selama bulan Agustus. Hal ini dilakukan dalam rangka memeriahkan HUT RI agar lebih sakral dan penuh sukacita.
2. Mengikuti Upaca Bendera
Upacara bendera dilakukan pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya. Kamu bisa mengikuti upacara bendera yang diadakan di tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, kota, atau bahkan provinsi.
3. Mengikuti Lomba-lomba
Tahun ini menjadi awal yang penuh suka cita dalam merayakan HUT RI. Pasalnya, berbagai daerah di Indonesia mulai mengadakan berbagai acara lomba untuk memeriahkan kemerdekaan. Kamu bisa berpartisipasi di berbagai lomba yang diadakan di tingkat desa hingga nasional yang berkaitan dengan hari kemerdekaan.
4. Mengunggah Twibbon di Media Sosial
Belum lengkap rasanya jika hari kemerdekaan tidak diperingati dengan mengunggah twibbon di media sosial. Ada banyak twibbon yang bisa ditemukan dengan mudah di internet, sehingga kamu tidak perlu kesulitan untuk mencarinya.
Dengan kondisi yang cepat pulih, maka peluang bangsa Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan lebih besar. Indonesia berkesempatan mengejar ketertinggalan di segala aspek di tengah situasi yang mulai menemukan titik terang ini. Oleh karena itu, momen HUT ke-77 Republik Indonesia sebaiknya diperingati dengan penuh antusias dan nasionalisme yang mendalam.

Setelah membaca artikel di atas, silakan menjawab pertanyaan berikut! Kemudian mintalah penilaian kepada Bapak atau Ibu Guru!
1. Tulislah poin-poin penting yang tertuang pada artiket di atas!
2. Tulislah pesan yang disampaikan penulis dalam artikel di atas!

HARI REMAJA INTERNASIONAL Oleh : Dewi Ayu T., S.Pd.

Hari remaja internasional diperingati setiap tanggal 12 Agustus, adanya International Youth Day atau hari remaja internasional berawal dari usulan Conference of Ministers Responsible for Youth kepada Majelis Umum PBB pada 8 Agustus 1998. PBB mengesahkan peringatan International Youth Day pada 12 Agustus 1999. Dalam Resolusi Dewan Keamanan 2250 tentang Pemuda, Perdamaian, dan Keamanan, disebutkan adanya kebutuhan untuk melibatkan para pembangun perdamaian muda dalam mempromosikan perdamaian dan melawan ekstremisme, dan dengan jelas memposisikan pemuda sebagai mitra penting dalam menemukan solusi berbagai permasalahan para kaum muda saat ini.
Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan setiap peringatan hari remaja internasional berkaitan dengan sosial, ekonomi, politik, kesehatan, budaya, dan permasalahan yang sedang terjadi. Tema kegiatan untuk peringatan hari remaja pada tahun 2022 yaitu Solidaritas Antargenerasi dengan maksud menciptakan dunia untuk segala usia. Masyarakat didunia perlu berkolaborasi untuk mendorong hubungan antargenerasi yang sukses dan memastikan tidak ada yang tertinggal. Di samping itu, adanya solidaritas antargenerasi ini juga diperlukan untuk menangani isu-isu global secara bersama-sama.
Sebagai remaja kita harus lebih perhatian terhadap fenomena dan masalah yang terjadi disekitar serta berperan aktif dalam lingkungan masyarakat. Remaja memiliki fungsi sebagai agent of change, moral force, dan control social. Penting bagi remaja menjadi agen perubahan (agent of change) sebagai pemicu perubahan-perubahan yang perlu dilakukan, perubahan yang terjadi tentunya perubahan yang positif dan untuk kemajuan bersama.

Sejarah Pembentukan dan Tantangan yang Dihadapi ASEAN

Tahukah kamu? Pada bulan ini ASEAN akan berulang tahun ke 53! Organisasi kerjasama regional di kawasan Asia Tenggara yang bernama ASEAN (Association of South East Asian Nation) berdiri pada tanggal 8 Agustus 1967. Siapa saja pelopor yang mengawali berdiri ASEAN atau sering disebut sebagai bapak pendiri ASEAN? Terdapat 5 orang yang berjasa atas dibentuknya organisasi ini, yaitu Adam Malik (Menlu Indonesia), Tun Abdul Razak (wakil Perdana Menteri Malaysia), Thanat Khoman (Menlu Thailand), Narsisco Ramos (Menlu Thailand), dan Sinnathamby Rajaratnam (Menlu Singapura). Saat ini ASEAN telah memiliki 10 anggota dengan tambahan Brunai Darussalam, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Myanmar.

Pada awalnya ASEAN bertujuan untuk meningkatkan kerjasama ekonomi, politik-keamanan, dan sosial-budaya. Selain itu juga bertujuan untuk menyeimbangkan konflik politik yang merupakan konsekuensi dari negara-negara bekas jajahan. Selama perang dingin, anggota awal ASEAN tidak menginginkan adanya pengaruh komunis pada organisasi kerjasama ini. Jatuhnya Uni-Soviet, pembentukan World Trade Organization (WTO), dan krisis finansial di Asia, mendorong negara-negara di Asia Tenggara untuk meningkatkan kerjasama dan beradaptasi dengan situasi baru tersebut. Saat ini kerjasama ASEAN semakin besar dan kuat bukan hanya di wilayah Asia Tenggara saja tetapi juga dengan banyak negara di dunia.

Dewasa ini, ASEAN didasarkan pada tiga pilar; politik dan kemanan untuk menjaga perdamaian; masyarakat ekonomi dengan pasar domestik yang kuat; dan sosial-budaya atas identitas yang sama. Dalam perjalanan ASEAN pada masa sekarang, ASEAN menghadapi banyak tantangan terutama pada bidang sosial dan lingkungan hidup. Negara seperti Vietnam dan Filipina, sangat rentan terhadap dampak dari perubahan iklim. Banyak dari negara ASEAN yang menggunakan batu bara sebagai sumber daya energi utama, dan ini sangat merusak kondisi bumi kita. Oleh karena itu ASEAN bekerja sama untuk menciptakan energi terbarukan seperti tenaga surya, tenaga angin, dan biomass. Selain itu, permasalah kebakaran hutan di Indonesia yang menyebabkan negara tetangga mendapatkan asap dari kebakaran tersebut. ASEAN perlu menjadikan permasalahan ekologis ini menjadi permasalahan yang perlu diperhitungkan, bukan hanya dalam bentuk kebijakan atau perjanjian yaitu dengan menjadikan keadilan lingkungan hidup sebagai pilar keempat, namun juga dalam wujud tindakan nyata dengan pembentukan organisasi masyarakat dengan cakupan luas yang berfokus pada perbaikan lingkungan hidup.