PENGERTIAN, FILOSOFI DAN FUNGSI PENDIDIKAN Oleh : Ibnu Mundir, S.Pd.

Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.[1] Etimologi kata pendidikan itu sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu ducare, berarti “menuntun, mengarahkan, atau memimpin” dan awalan e, berarti “keluar”. Jadi, pendidikan berarti kegiatan “menuntun ke luar”. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.
Sebuah hak atas pendidikan telah diakui oleh beberapa pemerintah. Pada tingkat global, Pasal 13 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya mengakui hak setiap orang atas pendidikan.[2] Meskipun pendidikan adalah wajib di sebagian besar tempat sampai usia tertentu, bentuk pendidikan dengan hadir di sekolah sering tidak dilakukan, dan sebagian kecil orang tua memilih untuk pendidikan home-schooling, e-learning atau yang serupa untuk anak-anak mereka.
Filosofi pendidikan dan Fungsi pendidikan
Filosofi pendidikan
Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran.
Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti dari pada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, “Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya.
Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.
Fungsi pendidikan
Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berfungsi berikut:
• Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
• Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
• Melestarikan kebudayaan.
• Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.
Fungsi lain dari lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.
• Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah.
• Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
• Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya.
• Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.
Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:
• Transmisi (pemindahan) kebudayaan.
• Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
• Menjamin integrasi sosial.
• Sekolah mengajarkan corak kepribadian.
• Sumber inovasi sosial.
Pertanyaan
1.Apa yang dimaksud dengan Privilese !
2.Sebutkan 4 fungsi lembaga pendidkan menurut Horton dan Hunt !

PENDIDIKAN Oleh: Dita Sulistiawulan, S.Pd.

Sebagai seorang pelajar kalian pasti tidak asing dengan kata ‘PENDIDIKAN’. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Nah, disekolah kalian bersama dengan teman-teman belajar/menimba ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap melalui kegiatan belajar mengajar. Hal tersebut merupakan proses pendidikan.
Pada masa pandemi, pendidikan menjadi salah satu sektor yang terdampak. Proses belajar mengajar yang semula dilaksanakan dengan tatap muka kemudian dirubah kedalam beberapa metode. Ada yang dilaksanakan secara daring (online), semidaring (mengambil materi dan tugas untuk dipelajari dirumah), dan ada juga yang dilaksanakan secara tatap muka bergantian. Banyak siswa maupun wali murid di Indonesia mengeluhkan dengan proses belajar mengajar ini. Akan tetapi tahukah kalian jika ada beberapa hal positif dari pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara jarak jauh? Pertama, dengan pembelajaran jarak jauh kalian memiliki kebebasan dalam belajar. Dengan gadget yang kalian miliki, kalian bisa mengakses materi dari berbagai sumber sehingga ilmu yang kalian dapat menjadi lebih luas, tidak hanya bergantung pada bapak/ibu guru saja. Kedua, kemampuan kalian dalam menggunakan aplikasi pembelajaran lebih meningkat. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi bekerjasama dengan platform penyedia aplikasi pembelajaran online untuk siswa Indonesia diantaranya Rumah Belajar, Google for Education, Microsoft Office 365, Ruang Guru, Meja Kita, Sekolahmu, Zenius dan Cisco Webex. Ketiga, kalian terbiasa memecahkan permasalahan secara mandiri tanpa selalu bergantung dengan guru.
Dalam rangka mengatasi permasalahan belajar di masa pandemi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi yakni Bapak Nadiem Anwar Makarim mencetuskan kurikulum Merdeka Belajar. Sudah tahukah kamu tentang Merdeka Belajar? Dalam kurikulum baru ini kalian hanya akan belajar materi esensial atau materi pokok saja dengan tujuan supaya dengan waktu yang ada bisa belajar secara mendalam pada materi-materi tersebut. Pendalaman materi bisa dilakukan melalui diskusi, tanya jawab, demonstrasi, presentasi, dsb. Selain itu dalam kurikulum baru ini kalian juga akan banyak melaksanakan pembelajaran yang akan menuntut kalian untuk kreatif menciptakan sesuatu, juga pembelajaran yang memberi kesempatan pada kalian untuk mempraktikkan ilmu yang diberikan. Sebagai contoh belajar membuat drama tentang sejarah kerajaan, praktik berbahasa inggris, dsb. Disamping itu kalian juga dituntut untuk memiliki karakter profil pelajar pancasila (memiliki iman, takwa dan akhlak mulia, gotong royong, kebinekaaan global, kemandirian, nalar kritis dan kreativitas). Karakter ini akan terbentuk melalui berbagai kegiatan disekolah dan juga tugas-tugas yang diberikan oleh guru.
Setelah 2 tahun pembelajaran jarak jauh, kita sudah bisa memulai pembelajaran tatap muka kembali. Sudah siapkah kalian dengan kurikulum Merdeka Belajar? Untuk menghadapi kurikulum yang menantang dan menyenangkan ini kalian tetap akan didampingi oleh bapak/ibu guru dalam belajar. Selain itu kalian juga tetap bisa memperluas ilmu pengetahuan kalian dengan memanfaatkan handphone kalian untuk mencari berbagai sumber.

 

SYAWAL DAN KUE APEM Oleh: Emily Faridatul Faiqoh, S.Pd.

Syawal adalah bulan kesepuluh di bulan Qamariah dalam kalender Islam. Peristiwa yang terjadi pada bulan ini ada perayaan Hari Besar Umat Islam, yaitu Idul Fitri. Bulan ini sarat dengan kegiatan maaf-maafan atau berkunjung ke rumah saudara dan juga tetangga guna bersilaturahmi, dalam bahasa Arab dikenal dengan kata afwan.
Hubungannya dengan apem, ada sejarah menarik tentang penamaan kue jajanan tradisional ini dengan kata afwan. Dahulu kue apem dibuat pada masa wali songo untuk menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Kata apem diyakini berasal dari bahasa Arab yaitu ‘afuan’ atau ‘afuwwan’ yang berarti pengampunan. Orang Jawa agar kebih mudah menyebutkannya, maka berubah menjadi ‘apem’. Tujuannya agar masyarakat juga terdorong selalu memohon ampunan kepada Yang Maha Kuasa. Dalam filosofi Jawa, kue ini mrupakan simbol pengampunan dari berbagai kesalahan.
Pada hari-hari bulan Syawal ini, orang-orang tidak akan malu mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Bahkan dengan berlapang dada membuka pintu maaf. Sehingga silaturahmi terus terjalin walaupun bukan sebagai sanak saudara.
Ada beberapa keutamaan pada bulan yang mulai ini, selain sebagai penyambung tali silaturhami, keutamaan lainnya adalah; apabila kita berpuasa enam hari dibulan Syawal itu sama dengan berpuasa selama 1 tahun penuh. Sebagaimana hadis nabi;
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)
Keutamaan lain pada bulan ini adalah bulan peningkatan ketaqwaan seseorang. Maksudnya adalah, setelah memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan, ketika Ramadhan telah usai, amalan atau ibadah-ibadah yang sudah dikerjakan juga ikut selesai. Akan tetapi pada bulan Syawal ini, hendaknya terus meningkatkan amalan ibadah tersebut, atau jika tidak bisa meningkatkan, sebaiknya tidak merubah keistiqomahan kebiasaan baik dalam menjalankan amalan ibadah di bulan Ramadhan, sehingga berkahnya akan terus berlanjut.

PUASA SYAWAL Oleh: Panji Kismo, S.Pd.

Sebulan lamanya kita telah melaksanakan rukun islam yang ke-3 yaitu puasa Ramadhan. Bulan yang penuh berkah yang dimana setiap apapun yang kita lakukan dan tidak melanggar syariat islam maka akan dinilai ibadah kemudian akan balas oleh Allah dengan pahala. Sebulan penuh kita malaksanakan puasa manahan rasa lapar, haus dan nafsu kita agar dapat sempurna dalam menjalankan ibadah puasa. kemudian setelah bulan Ramadhan kita menyambut hari kemenangan di bulan Syawal.
Bulan Syawal adalah bulan ke 10 dalam kalender hijriyah atau kalender umat islam yang berdasarkan pada peredaran bulan dalam mengelilingi Bumi. Pada bulan ini juga kita sebagai umat islam menyambut hari kemenangan setelah berpuasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan. Bulan syawal memiliki beberapa keutamaan diantaranya:
1. Bulan Peningkatan Ibadah
Bulan Syawal ini diharapkan kita dapat meningkatkan ibadah kita dengan baik. Tidak hanya kita beribadah selama bulan Ramadhan saja. Akan tetapi juga harus kita tingkatkan ibadah kita di bulan ini dan bulan-bulan selanjutnya.
2. Bulan Fitrah
Syawal merupakan bulan kembalinya umat muslim kepada fitrahnya. Setelah sebulan lamanya kita berpuasa maka Allah menghadiahi kita dengan kembalinya kita seperti bayi yang baru lahir tanpa dosa.
Rasulullah bersabda “barang siapa yang melaksanakn puasa ramadhan dengan keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosanya yang telah berlalu”.
3. Puasa 6 hari di Bulan Syawal
Rasulullah bersabda “barang siapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutinya dengan berpuasa selama 6 hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapat pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama 1 tahun”
4. Bulan Baik untuk Menikah
Keistimewaan bulan Syawal yang lain adalah bulan menikah. Maka banyak sekali pada bulan ini pemuda-pemudi yang melaksanakan janji suci dengan malaksanakan pernikahan. Karena pada bulan ini pada hari apapun untuk melaksanakan pernikahan itu termasuk baik.
5. Bulan Silaturahim
Bulan Syawal ini selazimnya semua orang melaksanakan silaturahim ke sanak saudara untuk saling maaf-maafan untuk semua kesalahan yang telah dilakukan terhadap orang tersebut.
6. Bulan Keceriaan
Keutamaan yang terakhir di bulan Syawal yaitu bulan keceriaan. Di karenakan di bulan ini semua umat Islam haruslah merasa bahagia. Di bulan ini selain hari kemenangan setelah puasa sebulan penuh juga untuk umat islam mendapatkan rejeki berupa zakat fitrah yang dapat digunakan untuk menyambung kehidupan.