KEBUDAYAAN SEKOLAH DI JEPANG Oleh : Ririt Rachma Miranti, S.Pd

Setiap tempat pasti memiliki berbagai macam kebudayaan yang berbeda-beda. Mulai dari kebudayaan dari adat istiadat, pakaian, kesenian bahkan juga kebudayaan yang berupa kebiasaan. Kebiasaan yang ada disetiap daerah tersebut bisa berupa kebudaaan yang positif dan unik. Seperti halnya kebudayaan di Jepang yang memiliki banyak hal yang bisa dipelajari oleh masyarakat Indonesia. Berikut beberapa kebudayaan Jepang yang bisa diterapkan oleh orang Indonesia terutama untuk pelajar.

 

  1. Murid Dilarang Pacaran

Sekolah di Jepang punya aturan ketat yang melarang murid mereka berpacaran. Hal ini dikarenakan system pendidikan di Jepang menginginkan para siswa hanya fokus pada kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, banyak sekolah terpisah khusus hanya untuk laki-laki saja atau perempuan saja. Jika ketahuan menjalin hubungan dengan siswa lain, siap-siap saja ditegur keras atau bahkan dikeluarkan dari sekolah. Contoh kisah dari sekolah Horikoshi High School pada tahun 2021, mengeluarkan seorang murid yang ketahuan berpacaran, padahal siswa tersebut hanya tinggal beberapa bulan menuju kelulusan.

 

  1. Tak Ada Guru Pengganti

Jika di sekolah Indonesia ada yang namanya guru piket, dia bertugas menggantikan guru pelajaran yang sakit atau berhalangan hadir di kelas. Namun, hal yang sama takkan bisa ditemukan di Jepang. Jika sewaktu-waktu ada guru yang berhalangan hadir, kelas akan tetap berjalan dan murid belajar tanpa guru. Tentu saja meski belajar mandiri, suasana akan tetap tenang dan tidak gaduh karena mereka sangat disiplin.

 

  1. Budaya Kesopanan

Pada zaman sekarang budaya sopan memang harus kembali digencarkan terutama di kalangan para anak muda. Di Jepang kebudayaan kesopanan masih dijunjung tinggi hal ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memajukan bangsa dan negara, budaya sopan adalah cerminan baik dari kepribadian bangsa. Budaya kesopanan yang masih berlaku di Jepang diantaranya:
– Selalu gunakan kata tolong, terima kasih, dan maaf.
– Berbicara dengan halus dan sopan kepada siapapun.
– Tidak mudah terpancing emosi, menghindari kata-kata kasar dan umpatan baik di media sosial maupun di kehidupan nyata.
– Mengucapkan permisi ketika melewati orang yang lebih tua.
– Membudayakan tersenyum dan ramah kepada setiap orang.
– Meminta ijin untuk duduk di kursi kepada orang di sekitar sebelum duduk di kursi tersebut.

 

  1. Harus Habiskan Makan Siang

Kebanyakan sekolah di Jepang tidak memiliki kantin, food court atau cafertaria, namun pihak sekolah sudah menyiapkan makan siang sendiri dan semua siswa makan makanan yang sama di sebuah ruangan khusus yang sudah disediaka. Selain itu setiap orang wajib menghabiskan makan siangnya. Tidak peduli setidak suka apa ia dengan menu yang disajikan Meskipun begitu, mayoritas siswa sekolah di Jepang membawa bekal sendiri dari rumah yang berupa bento.

 

  1. Murid sebagai Janitor (petugas kebersihan)

Seperti yang diketahui orang Jepang dikenal sebagai pribadi yang disiplin. Kedisiplinan orang Jepang tecermin saat mereka berada di lingkungan salah satunya di sekolah. Hal tersebut dapat tergambar dengan kabiasaan menjaga kebersihan kelas. Alih-alih menggaji orang sebagai janitor, setiap murid dan guru punya tanggung jawab khusus untuk menjaga kebersihan sekolahnya.

Seperti halnya kita yang memiliki tugas piket kelas, setiap hari murid dan guru punya tugas tambahan berupa menyapu, mengepel lantai kelas, menghapus papan tulis, membersihkan toilet, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan demi menanamkan sikap disiplin dan tanggung jawab sejak dini.

 

Sumber:

https://karawangpost.pikiran-rakyat.com/internasional/pr-1422738891/5-budaya-unik-yang-di-terapkan-sekolah-di-jepang

https://ilmupedia.co.id/articles/fakta-sekolah-di-jepang/full

https://japanesestation.com/news/buzz-from-japan/

 

 

BUDAYA LITERASI DI NEGARA FINLANDIA Oleh: Afrian Kartika Nurbaiti, S.Pd.

Finlandia merupakan suatu negara maju di Benua Eropa. Selain dikenal sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik, menurut data dari PISA (Programme for International Student Assessment), Finlandia menjadi satu-satunya negara yang dimana siswanya memiliki kemampuan literasi dan tingkat harapan hidup yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan Finlandia memiliki kehidupan yang seimbang antara sekolah dan kegiatan sehari-hari.

Dilansir dari Litera Mediatama, ada beberapa hal yang menjadi alasan budaya literasi di Negara Finlandia begitu tinggi yaitu sebagai berikut:

  1. Pendidikan Anak Sejak Dini

Pemerintah Finlandia benar-benar mendukung pendidikan anak sejak dini. Setiap keluarga yang baru memiliki bayi berhak mendapatkan bingkisan paket perkembangan anak. Dalam paket tersebut selain berisi berbagai keperluan bayi, juga terdapat buku bacaan untuk orangtua dan anak tersebut. Oleh karena itu, keluarga merupakan gerbang pendidikan awal untuk anak pada tahap belajar di usia dini.

  1. Perpustakaan Ada Dimanapun

Perpustakaan merupakan institusi budaya kebanggaan masyarakat Finlandia. Finlandia menerbitkan lebih banyak buku anak-anak daripada negara lainnya. Perpustakaan di Finlandia menyebar di seluruh sudut negaranya, bahkan di daerah yang sulit dijangkau sekalipun. Di negara ini juga terdapat perpustakan yang menyatu dengan pusat perbelanjaan.

  1. Sekolah Berfokus Pada Kolaborasi Daripada Kompetisi

Sistem pendidikan di Finlandia lebih menekankan pembelajaran dengan metode bermain, berimajinasi, dan self-discovery (pencarian jati diri). Mereka lebih menekankan kolaborasi daripada kompetisi. Setelah bersekolah, setiap anak wajib belajar Bahasa Inggris dan membaca 1 buku setiap minggu. Hal ini membantu budaya literasi tumbuh menjadi kebiasaan masyarakat Finlandia.

  1. Tradisi Dongeng Sebelum Tidur

Tradisi ini sudah ada dari waktu ke waktu yang bertujuan untuk membentuk karakter anak melalui dongeng-dongeng yang penuh inspirasi. Melalui tradisi ini, minat membaca terpupuk sejak dini. Selain itu, keaktifan orang tua sebagai penunjang belajar anak dapat terus berjalan dan tercipta budaya literasi dalam keluarga.

  1. Teks Terjemahan Dalam Program TV Luar Negeri

Pada program tayangan asing hanya ditampilkan teks terjemahan (subtitle) yang tampil di TV. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kebiasaan membaca pada anak. Jika mereka ingin mengetahui kisah film favoritnya, tentunya mereka harus bisa membaca dengan cepat.

Dengan demikian, Finlandia merupakan salah satu contoh negara yang sudah membuktikan hasil dari revolusi pendidikannya. Generasi terpelajar lahir dari minat baca yang tinggi. Dengan budaya literasi yang begitu tinggi inilah akan menghasilkan peradaban besar di sebuah negara kecil. Maka dari itu, marilah gemar membaca mulai hari ini untuk Indonesia yang lebih maju!

“Reading give us someplace to go when we have to stay where we are.”

~ Mason C. ~

Gambar reka adegan bullying (Sumber: islam21c.com)

BULLYING Oleh : Dewi Ayu T., S.Pd.

Bullying dapat dikatakan sebagai penindasan, yang dimana dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau lebih berkuasa kepada seseorang yang lebih lemah dengan tujuan menyakiti dan dilakukan secara terus menerus. Bentuk Bullying berupa verbal, fisik, maupun psikologis yang dapat menyebabkan korban merasa tertekan, trauma, dan tak berdaya. Seseorang yang pernah mengalami bullying atau menjadi korban bullying akan mengalami berbagai masalah Kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Masalah mental yang didapatkan antara lain : depresi, kegelisahan dan masalah tidur yang mungkin akan terbawa hingga dewasa.

Bullying bisa terjadi dilingkungan mana saja antara lain : lingkungan sekolah, kampus, tempat kerja, dunia maya, dan lingkungan masyarakat. Bullying yang masih kurang diperhatikan atau masih kurang penangananya yaitu di lingkungan sekolah, padahal bullying di sekolah dapat menyebabkan dampak yang serius dan berkepanjangan.  Dalam kasus bullying anak sekolah secara tidak langsung tampak seperti bercandaan biasa khas anak – anak sekolah atau remaja. Ejek – ejekan dan olok – olokan merupakan bullying verbal yang sering dianggap biasa bagi orang dewasa, tetapi itu merupakan dampak serius untuk psikis dan emosional yang dialami anak dan jauh lebih menyakitkan. Bullying verbal ketika dibiarkan dan tidak cepat ditangani akan meningkat menjadi bullying fisik. Bullying fisik berawal dari emosi pelaku hingga bisa mencederai korban dengan tindakan seperti menendang, menampar, menyikut dan lain sebagainya.

Seseorang atau sekelompok pelaku bullying akan cepat melupakan dan merasa tidak bersalah dikarenakan dia mengangap hal tersebut sepele dan bercandaan tetapi korban akan sulit melupakan dan korban akan menderita setiap teringat dengan kejadian tersebut. Tidak hanya dengan verbal dan fisik untuk saat ini tanpa sadar sering dilakukan di media sosial. Media sosial merupakan salah satu pengaruh terpenting saat ini, satu hal buruk dilakukan maka akan mengiring opini buruk bagi orang lain. Apalagi penggunaan media sosial yang saat ini banyak digunakan oleh anak sekolah, media sosial bisa menjadi hal berbahaya ketika salah penggunaan. Dimana mereka dengan mudah mengatakan sesuatu tanpa memikirkan dampak yang dilakukan. Mereka  hanya berfikir bahwa itu untuk bersenang-senang tetapi belum bisa berfikir dewasa akan dampaknya. Bahwa satu hal buruk dilakukan untuk bercandaan bisa menjadikan korban menjadi terpuruk.

Peran orang tua dan guru dalam memantau anak saat ini harus lebih diperhatikan, dan  lebih sigap dalam pemberitahuan hal yang baik dan buruk  dalam memperlakukan seseorang, orang tua dan guru harus bisa menjadi seseorang yang bisa diajak bicara dan bercerita oleh anak. Pelaku harus dikasih pengarahan dengan lebih baik bahwa apa permasalahan yang sedang terjadi sebenarnya dan diberikan arahan untuk kegiatan hal positif agar tidak menjadikan orang lain sasarannya. Dan untuk korban apabila orang tua dan guru bisa saling bercerita maka akan lebih cepat penanganannya. Serta dalam menggunakan media sosial anak diberitahukan untuk menggunakan media sosial dengan baik dan bijak, seperti apa hal yang harus mereka lakukan dan dampak seperti apa apabila mereka salah dalam menggunakan media sosial.

STOP BULLYING Oleh : RESNANDHI ARHAB MARAMIS, S.Pd.

Bullying atau perundungan merupakan segala bentuk tindakan perilaku yang tidak menyenangkan berupa penindasan dan kekerasan dilakukan secara sengaja baik secara verbal, fisik, ataupun sosial dengan tujuan menyakiti dan dilakukan secara terus menerus. Bullying  dilakukan oleh satu orang atau secara berkelompok.

Perilaku bullying terbagi menjadi tiga jenis, yaitu bullying fisik, bullying non fisik dan cyber bullying . 1) Bullying fisik, yaitu bullying yang bisa terlihat secara jelas. Bentuk bullying fisik, antara lain pukulan, tendangan, dibenturkan tembok, tamparan, dorongan, dan bentuk-bentuk serangan fisik lainnya. 2) Bullying nonfisik, yaitu bullying yang tidak terlihat langsung dan berdampak serius, dapat dilakukan secara verbal dan non verbal. Bentuk bullying nonfisik yang dilakukan secaran verbal, antara lain ejekan, panggilan dengan sebutan tertentu, ancaman, penyebaran gosip, penyebaran berita rahasia, perkataan yang mempermalukan. Sedangkan, bentuk bullying nonfisik yang dilakukan secara nonverbal antara lain ekspresi wajah yang tidak menyenangkan, bahasa tubuh yang mengancam, pengabaian, penyingkiran dan pengiriman pesan tertulis yang bernada mengganggu. 3) Cyber Bullying Tindakan menyakiti orang lain dengan sarana media elektronik (rekaman video intimidasi, pencemaran nama baik lewat media social).

Dampak bullying bagi korban adalah kesakitan secara fisik dan psikologis mentalnya, tidak percaya diri,sering mengalami kecemasan yang berlebihan, trauma, takut sekolah karena merasa terancam, jika mengalami trauma yang mendalam korban dapat bunuh diri ataupun mengalami gangguan jiwa.

Efek yang terjadi ketika seseorang mengalami bullying sangat berbahaya mari kita lalukan pencegahan bullying mulai dari sekarang. Melaporkan kepada orang terdekatmu ketika anda mengalami ataupun menyaksikan teman kalian mengalami perundungan atau bullying.

Sumber:

Achroni, Keen. (2012). Ternyata Selalu Mengalah Itu Tidak Baik. Yogyakarta: Javalitera.

Direktorat Sekolah Dasar dan Menengah.2021. Stop Perundungan/Bullying Yuk!. Jakarta: KEMENDIKBUD

PENTINGNYA NASIONALISME DI ERA INDONESIA MODERN

Gambar nasionalisme anak sekolah (Sumber: ilustrasi.net)

Nasionalisme dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dikenal sebagai sebuah kata sakti yang mampu membangkitkan kekuatan berjuang melawan penindasan yang dilakukan kaum kolonialis selama beratus-ratus tahun lamanya. Perasaan senasib dan sepenanggungan yang dialami mampu mengalahkan perbedaan etnik, budaya dan agama sehingga lahirlah sejarah pembentukan kebangsaan Indonesia. Nasionalisme merupakan kesadaran dan kebanggaan bernegara yang menimbulkan sikap dan perasaan yang lebih mementingkan kehidupan nasional di atas kepentingan pribadi, golongan, daerah ataupun partai yang diwakili. Nasionalismejuga dapat dipandang sebagai usaha nation buiding yang berarti mengubah loyalitas masyarakat dari loyalitas yang sempit, yaitu loyalitas terhadap suku, agama, ras dan sebagainya, menjadi loyalitas yang lebih luas, yaitu bangsa (dalam Martaniah, 1990).

Jika nasionalisme dalam konteks dulu dibangun untuk membentuk kesadaran kolektif demi memerdekakan diri dari kolonialisme, di era kontemporer ini nasionalisme harus dibangun untuk membawa Indonesia menjadi negara yang maju dan berdaulat. Oleh karena itu, diperlukan strategi-strategi yang tepat dan efisien dalam upaya menumbuh kembangkan kembali nasionalisme di kalangan masyarakat Indonesia kontemporer, khususnya di kalangan kelompok muda. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menguatkan kembali nasionalisme di level pendidikan formal. Muatan Pancasila wajib diberikan serta diamalkan di semua level pendidikan formal dengan penerapan yang tepat. Kedua, masih dalam level pendidikan formal, narasi-narasi sejarah tentang kepahlawanan yang wajib munculkan kembali, diketahui, dan dipahami oleh generasi muda. Misalnya, kisah tentang ikrar Sumpah Pemuda terkait kesadaran berbangsa dan bernegara yang digagas oleh kelompok muda dan menjadi cikal bakal proklamasi kemerdekaan Indonesia. Selain itu, model pendidikan karakter yang dilakukan oleh K.H. Dewantara yang menitikberatkan pada pendidikan karakter pada bidang kesenian dan kebudayaan dalam upaya memperhalus budi pekerti dan kemanusiaan masih relevan untuk diterapkan. Ketiga, penguatan nasionalisme dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan budaya populer, seperti kegiatan olah raga, musik, film, kompetisi pendidikan, dan masih banyak lagi.

Suksesnya perayaan Asian Games di Indonesia 2018 yang dibarengi dengan meningkatkan prestasi altet-atlet Indonesia terbukti berhasil dalam menumbuhkan semangat nasionalisme dan kebanggaan menjadi bagian dari bangsa Indonesia di kalangan masyarakat. Selain itu, kemenangan siswa Indonesia dalam meraih medali emas di Olimpiade Matematika di Lucknow India serta kemenangan penyanyi muda Indonesia, Claudia Emmanuela Santoso, dalam ajang pencarian bakat di Jerman juga sukses dalam membangun nasionalisme di kalangan masyarakat. Sebagai bangsa yang terdiri dari beragam unsur kebudayaan, Indonesia memiliki keunggulan di bidang kreativitas seni dan budaya sehingga nasionalisme dapat diinternalisasi dan diolah secara kekinian dengan menonjolkan kebhinekaan budaya dalam bentuk kegiatan-kegiatan kreatif di kancah internasional untuk rasa kebanggaan terhadap Indonesia.

Referensi :

Hobsbawm, EJ. (1992). Nasionalisme Menjelang Abad 21. Yogyakarta: PT Tiara Wacana

Kartodirjo, S. (1993). Pembangunan Bangsa tentang Nasionalisme, Kesadaran dan Kebudayaan Nasional. Yogyakarta: Aditya Media.

Kementrian Pendidikan dan kebudayaan. 2018. Buku Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Kemdikbud

Kohn, H. (1984). Nasionalisme: Arti dan Sejarahnya. Jakarta: Erlangga.

Martaniah, S.M. (1990). Konsep dan Alat Ukur Kualitas Berbangsa dan Bernegara. Laporan Penelitian. Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.

Saputra, Lukman surya, Aa Nurdiaman dan Salikun. 2018. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMP/ MTS Kelas IX Edisi Revisi 2018. Jakarta

 

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL Oleh: Isni Yun Lasi,S.Pd.

Setiap negara memiliki kaidah dasar yang dapat dijadikan rujukan dalam pelaksanaan sistem pemerintahan dan kekuasaan. Dalam pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara sering mencul permasalahan akibat penyelenggaraan dan kekuasaan yang bergeser dari nilai dan norma dasar. Untuk menghadapi permasalahan tersebut para penyelengggara negara dan warga negara harus  memiliki penghayatan tinggi terhadap ideologi negaranya. Keberadaan ideologi ini akan mendasari sikap dan tingkah laku, kemudian akan membentuk sikap dan perilaku politik.

Ideologi dalam sebuah negara harus menjadi etika dalam penyelenggaraan kekuasaan. Ideologi harus mampu menjadi penegas antara yang baik dan yang buruk. Menurut Djaja (2009) fungsi lain dari ideologi ialah sebagai dasar bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Ideologi adalah perekat bagi keragaman yang ada dalam masyarakat. Ideologi sengaja disusun dengan mempertimbangkan keragaman latar belakang dan budaya masyarakat.

Indonesia yang memiliki ribuan pulau dan ratusan suku bangsa, keberadaan ideologi menjadi hal yang sangat penting. Keinginan untuk hidup bersama sebagai sebuah bangsa menyebabkan semua suku bangsa mengakui keindonesiaan sebagai identitas bersama. Selanjutnya para pemimpin bangsa mengakui Pancasila sebagai dasar negara. Artinya Pancasila dijadikan alat pemersatu seluruh bangsa, selama warga mengakui Pancasila sebagai dasar negara, maka selama itu pula persatuan dan kesatuan bangsa bisa terjaga.

Lahirmya Pancasila dirumuskan oleh tiga orang tokoh besar Indonesia pada sidang pertama BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) tanggal 29 Mei-1 Juni 1945. Ketiga tokoh secara berurutan menyampaikan usulannya yakni Muhammad Yamin (29 Mei 1945), kemudian hari berikutnya Prof. Dr. Soepomo (30 Mei 1945), dan terakhir Ir. Soekarno (1 Juni 1945). Masing-masing tokoh mengemukakan usulannya berupa lima usulan. Ir. Soekarno menamakan usulannya dengan nama Pancasila. Menjelang sidang kedua, beberapa anggota BPUPKI berhasil menyusun rumusan asas dan tujuan negara Indonesia merdeka yang disebut Piagam Jakarta (Jakarta Carter).

Pancasila telah menjadi ideologi negara Indonesia sejak lahirnya pada tahun 1945 sampai dengan sekarang Indonesia telah berumur 76 tahun. Pancasila menjadi cara pandang dan metode bagi seluruh bangsa Indonesia untuk mencapai cita-citanya, yaitu masyarakat adil dan makmur. Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia karena digali dan dirumuskan untuk kepentingan membangun negara bangsa Indonesia. Pancasila memberi pedoman dan pegangan bagi tercapainya persatuan dan kesatuan di kalangan warga bangsa dan membangun pertalian batin antara warga negara dan tanah airnya.

 

Siang dan Malam oleh : Sofin Azizah, S.Pd.

Gambar malam hari (Sumber : Pixabay)
Gambar malam hari (Sumber : Pixabay)

 

Secara fisik proses terjadinya pergantian siang dan malam karena bumi berputar pada porosnya. Ketika bumi menghadap ke matahari, maka bagian permukaan bumi tersebut mengalami siang hari. Sedangkan bagian bumi yang tidak terkena matahari, maka terjadi malam hari.

Pada ayat-ayat Allah juga dijelaskan adanya pergantian siang dan malam, yaitu pada surah Al Imran ayat 190 dan An-Nur ayat 44.

إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍۢ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ ﴿ە۱۹﴾

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Al Imran :190) 

 “Allah mempergantikam malam dan siang. Sungguh pada yang demikian itu, pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (yang tajam).”(QS. An-Nur : 44).

Bagi orang-orang yang berfikir tentang penciptaan langit dan bumi, pergantian siang dan malam terdapat manfaat dibalik itu. Allah telah merencanakan semuanya untuk makhluk-makhluk-Nya. Seandainya hanya ada malam saja. Bagaimana tumbuhan dapat mendapatkan makanannya jika tidak ada cahaya matahari. Bagaimana hewan dan manusia bernafas jika tidak ada oksigen yang dihasilkan dari proses fotosintesis tumbuhan.

Jika hanya ada siang hari, maka akan panas sepanjang hari. Makhluk hidup akan merasakan kepanasan. Tidak hanya makhluk hidup tetapi lingkunganpun ikut terganggu. Tanah menjadi tandus. Sumber air menjadi kering. Ada malam saja, ketika terjadi kemarau panjang di daerah hutan terjadi kebakaran.

Hal yang tidak kalah penting adalah adanya peristiwa malam dan siang yang saling berganti, berarti ada proses pergantian. Dan proses pergantian tersebut berkaitan dengan rotasi Bumi. Rotasi pada bumi ini memiliki kemiringan sumbu rotasi.  Kemiringan ini dihitung dari perpotongan bidang ekuatorial bumi dan bidang orbit bumi terhadap matahari.

Kemiringan sumbu rotasi mengakibatkan bagian bumi tidak semua sama mengalami siang dan malam. Bagi orang yang hidup di daerah ekuator, ia akan mengalami siang 12 jam, malam 12 jam. Sedangkan beberapa daerah yang tidak di ekuator,  memiliki lamanya siang atau malam yang berbeda.

Selain hal di atas, akibat rotasi bumi yaitu perbedaan lamanya siang dan malam di setiap wilayah. Penjelasan ilmiah, hal ini terjadi karena kutub utara bumi lebih condong ke matahari dan kutub selatan menjauh dari matahari, maka daerah di BBU (Belahan Bumi Utara) mengalami siang lebih lama daripada malamnya. Sedangkan di BBS (Belahan Bumi Selatan) mengalami malam lebih lama daripada siangnya.

Allah menciptakan siang dan malam sebagai kestabilan pada alam semesta ini. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-an’am : 96 dan Al-Qasas :73.

“Dia menyisingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui” (QS. Al-an’am : 96)

“Dan adalah karena rahmat-Nya. Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al-Qasas : 73)

Pada surah di atas terdapat makna tersirat yaitu matahari dan bulan sebagai perhitungannya. Dalam perhitungan ini, bisa diartikan manusia mempunyai potensi untuk melakukan perhitungan / teori numerik untuk menguasai konsep waktu termasuk kalender baik untuk ibadah dan kehidupan sehari-hari. Dalam hal mencari karunia-Nya bila diartikan, bekerja atau melakukan aktivitas, manusia secara panca indera dianugerahi untuk peka terhadap siang hari. Pada malam hari, dibutuhkan cahaya yang kuat, bila tidak ada, maka harus melihat dengan inframerah atau mendengar dengan radar. Ini tidak dimiliki oleh manusia. Beda dengan kelelawar atau makhluk malam lainnya. Yang mampu melihat dikegelapan tanpa adanya cahaya.

Allah telah memperhitungkan semuanya untuk kehidupan. Sebagaiamana QS. Al-Qamar ayat 49 yang menjelaskan bahwa segala sesuatu menurut ukuran.

”Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran”.
(Al Qamar: 49)

Segala sesuatu sudah memiliki ukurannya, sebagaimana dalam hal ini dapat dilakukan pengukuran. Salah satunya dalam mengukur waktu hilal. Hilal adalah terlihatnya anak bulan untuk mengetahui garis permulaan bulan dalam Islam. Metode perhitungan untuk menentukan tanggalan (termasuk awal dan akhir bulan) Hijrah disebut hisab. Hal ini juga terdapat dalam QS Yunus ayat 5.

 “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” (QS.Yunus:5)

 

Surah di atas menjelaskan bahwa Allah telah menciptakan matahari dan bulan yang terletak pada orbitnya masing-masing. Matahari dan bulan dapat dijadikan ukuran untuk mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu ibadah umat Isam. Hal ini dapat dilakukan dengan metode hisab. Perhitungan atau hisab yang dilakukan sudah menggunakan alat-alat astronomi yang canggih dengan melakukan perhitungan-perhitungan pada gerak-gerak yang dilakukan matahari, bumi, dan bulan.

CARA JITU MEMPELAJARI MATEMATIKA

belajar matematika dan tidak gampang menyerah kalau menemukan materi yang sulit.

  1. Cari atau buat suasana belajar jadi menyenangkan

Lingkungan belajar yang nyaman pasti bisa meningkatkan konsentrasi kamu  untuk belajar matematika. Kamu bisa cari suasana baru seperti belajar di perpustakaan, co-working space, atau bahkan alam terbuka supaya lebih semangat dalam belajar khususnya matematika.

  1. Buat catatan rumus dengn rapi

Coba buat catatan rumus dengan rapi dalam buku catatan favoritmu. Ada studi yang mengatakan kalau mencatat dapat melatih daya ingat, karena adanya proses mengolah materi yang diterima menjadi catatan dalam bahasa kita sendiri. Supaya lebih cantik dan enak dilihat kamu bisa pakai penanda warna-warni atau highlighter, stiker atau gambar yang relevan.

  1. Pahami rumus, bukan hafal rumus

Hal yang satu ini sering banget dilakukan oleh setiap pelajar. Padahal menghafal rumus merupakan cara yang salah dalam mempelajari matematika. Pasalnya kamu gak bisa selalu mengingatnya, apalagi dalam jangka waktu yang panjang. Namun berbeda jika kamu memahami sebuah rumus berdasarkan konsepnya. Sebab, dengan begitu akan lebih mudah mengerti dan akan otomatis menghafal sistematika rumus yang ada. Jadi soal matematika yang sulit pun pasti bisa kamu kerjakan.

  1. Cari trik untuk mengerjakan soal

Mengerjakan sebuah akan dapat masukan atau cara baru untuk memecahkan soal yang belum kamu ketahui sebelumnya. Matematika masih menjadi mata pelajaran yang kurang begitu digemari  oleh para pelajar. Padahal mempelajari ilmu matematika ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, tanpa kita sadari kita selalu mempraktikkan perhitungan matematika dasar, seperti menghitung kembalian uang jajan di kantin, mengitung kuota yang dibutuhkan apabila akan belajar lewat zoom meeting dan masih banyak lagi. Selain itu dengan mempelajari matematika juga sangat melatih otak untuk berfikir logis dan juga melatih ketelitian dan kecermatan.

Terus bagimana supaya  bisa belajar matematika dengan mudah dan menambah motivasi buat belajar? Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Ubah mindset bahwa matematika itu tidak rumit.

Buang jauh-jauh pikiran kalau matematika itu sulit. Penting untuk mengubah mindset dan meyakinkan diri sendiri bahwa matematika itu tidak rumit dan bisa kamu pahami. Sugesti yang positif bisa membuat kamu lebih termotivasi untuk soal matematika ternyata memiliki trik tersendiri, meskipun soal yang tersaji cukup sederhana namun bila kamu tidak memahami bagaimana trik mengerjakan soal matematika tentu akan terasa sangat sulit. Ada cara mudah belajar matematika dengan mengetahui banyak trik untuk menghitung cepat yang bisa kamu praktekkan supaya proses mengitungnya jadi lebih gampang. Seperti menghitung perkalian atau pembagian pakai tangan atau tabel  sampai menghitung permutasi.

  1. Kerjakan latihan soal dengan teratur

Pahami materi tidak cukup untuk membuat  kamu siap mengerjakan soal matematika, kamu juga perlu berlatih mengerjakan soal latihan, bisa karena biasa mengerjakan rutin latihan soal matematika.

  1. Jangan ragu tanya dengan guru atau teman

Namanya belajar, pasti ada saatnya kamu merasa bingung, kan? Oleh karena itu , jangan takut bertanya jika kamu tidak mengerti dengan materi  yang disampaikan oleh guru. Jangan ragu dan jangan malu bertanya kepada guru atau teman. Berdiskusi dengan teman

 

Ingat, sebelum memulai tips ini, penting banget untuk memulai semua dengan niat, beberapa cara mudah belajar matematika ini sudah bisa kamu lakukan mulai sekarang. Siapa tau dengan melakukan cara-cara ini kamu bisa membangun rasa penasaran dan jadi menyukai pelajaran matematika